Green Blog Indonesia

By mangkoko : last updated 02 Jan 2016

Blog mangKoko.com di harapkan menjadi Green Blog berbahasa Indonesia. Tak muluk-muluk sih, sekedar untuk menghimpun catatan, dan ide-ide sederhana yang di temukan dan di lakukan dalam kehidupan sehari hari tentang lingkungan hidup, budaya, dan cerita perjalanan.

Lingkungan hidup yang seimbang, nyaman, dan lestari menjadi dambaan siapapun, penghuni planet bumi ini. Green life: gaya hidup yang ramah lingkungan menjadi keniscayaan. Mau tidak mau kita semua harus peduli pada pola hidup yang tidak bertentangan dengan irama alam. 

green-blog-indonesia-300pxIsu lingkungan paling hangat di abad 21 ini adalah bagaimana manusia bisa hidup sejahtera tanpa harus mengorbankan kelestarian ekologi. Sebelum tahun 2050 diperkirakan penduduk bumi mencapai jumlah 9 milyar kepala. Ini berarti 9 milyar mulut membutuhkan makan setiap hari.

Karena makanan sangat bergantung dari alam, maka untuk mencukupinya akan terjadi exploitasi besar-besaran terhadap alam. Akibatnya selalu saja ada mata rantai ekologi yang terputus dan musnah. Terjadi efek berantai yang terus menerus menurunkan daya dukung hayati yang ujungnya memberi efek negatif pada kehidupan manusia.

Kepedulian ekologis mestinya menjadi domain kita bersama. Kita adalah bagian dari alam. Jika keseimbangan hayati terganggu, semua akan merasakan akibatnya. Merusak alam sama dengan merusak diri sendiri. Kesadaran kolektif seluruh penduduk bumi yang berakal sehat, harus terus di tumbuhkan. Idealnya semua orang bisa dan sebaiknya ikut berpartisipasi memelihara kelangsungan ekologi bumi.

Partisipasi tidak harus muluk-muluk dengan menjadi volunteer Green Peace, atau masuk hutan belantara Kalimantan untuk menjaga kelestarian Orang Utan. Kita bisa ikut berpartisipasi dari kehidupan sehari-hari dengan melakukan hal-hal yang sangat sederhana. Misalnya mengurangi pamakaian kemasan plastik sekali pakai termasuk juga styrofoam dan bahan-bahan lain yang tidak mudah terurai. Mendukung pemakaian produk-produk hasil daur ulang seperti pot plastic daur ulang, kerajinan dari bahan daur ulang dsb.

Menghemat pemakain energy seperti BBM, mematikan lampu dan alat-alat listrik di rumah yang sudah tidak diperlukan juga manjadi bagian dari cara hidup ekologis. BBM adalah bahan bakar yang berasal dari fosil yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable). Pembakaran BBM baik dari kendaraan bermotor, mesin-mesin industry maupun penggunaan di rumah tangga turut menyumbang pencemaran udara, dan pemanasan global.

Bermula dari satu titik kecil berwarna hijau di bumi yang sangat luas ini, mudah-mudahan terus membesar menjadi sebuah lingkaran, kemudian terus membesar lagi menjadi lingkaran besar yang menyejukkan mata siapapun yang sudi memandangnya.

Di tahun 2050 yang akan datang, penduduk bumi diperkirakan mencapai 9 miliar jiwa. Untuk mampu memberi makan populasi sebesar itu dibutuhkan system pertanian yang berkesinambungan, efisien dan aman bagi lingkungan. Pertanian selalu seiring dengan ketersediaan pupuk dan pasokan air yang bebas pencemar zat-zat berbahaya. Tergantung pula pada kondisi iklim bumi. Perubahan iklim akan mempengaruhi prosduktifitas hasil pertanian. Pembukaan lahan-lahan pertanian secara besar-besaran akan mempengaruhi terjadinya perubahan iklim dan lenyapnya habitat keragaman hayati setempat.

Konon penyumbang terbesar pemanasan global bukan mobil, kereta api, kapal laut, pesawat terbang atau gabungan dari semua moda transportasi yang ada di bumi. Tetapi penyumbang terbesar justru berasal dari pertanian, seperti yang dilaporkan majalah National Geographic edisi bulan Mei 2014. Ini terjadi karena pelepasan besar-besaran gas metana dan dinitrogen oksida dari pupuk yang ditebar di persawahan dan ladang pertanian. Juga meningkatnya kandungan karbon dioksida di udara akibat pembukaan lahan-lahan baru untuk keperluan pertanian dan peternakan dari hutan hujan tropis yang merupakan paru-parunya dunia.

Keseimbangan ekologis sangat erat berperan dalam kelangsungan kehidupan kita sehari-hari. Hal-hal sederhana dari tindakan kurang ekologis yang kita lakukan sehari hari seperti penggunaan kantong plastik, penggunaan pestisida untuk membasmi serangga dan tindakan-tindakan pemborosan energy yang sering tanpa sadar kita lakukan ternyata bisa menjadi penyumbang menurunnya kualitas lingkungan bumi tempat kita tinggal.

Sebaliknya kesadaran dan aktifitas sederhana seperti menghemat pemakaian air, listrik, bahan bakar minyak, dan juga mengurangi konsumsi sumber makanan dari hewan dan lebih banyak makan makanan berasal dari tubuh-tumbuhan, syukur-syukur yang ditanam secara organik bisa secara signifikan meningkatkan kualitas lingkunagn hidup tempat kita menggantungkan diri.

Grow your ouw plant

Saya mengajak sahabat sekalian untuk memanfaatkan halaman rumah, samping rumah, teras atau tempat manapun yang memungkinkan untuk kita hiasi dengan tanaman-tanaman sederhana dan mudah tumbuh dan bisa menjadi penyumbang kebutuhan nutrisi kita sehari hari.

Misalnya jeruk nipis, jeruk purut, belimbing wuluh yang ditanam di dalam pot. Bahkan sayur-sayuran seperti cabe, kangkung bayam dsb. bisa juga kita lakukan. Yang penting pilih tanaman yang gampang tumbuh sehingga mudah di rawat dan sebaiknya ditanam secara organik, tanpa melibatkan pestisida kimiawi yang tidak ramah lingkungan.

Jadi kenapa kita tidak mulai dari diri kita sendiri untuk hidup lebih ekologis ?
Green Life, mencoba hidup lebih dekat dengan alam itu sungguh asyik lho !


3 thoughts on “Green Blog Indonesia

  1. ysalma

    Saya ikut berpartisipasi yang kecil-kecil dulu. Di halaman rumah ada pohon cabe rawit, pandan, serei, jarak, jambu air, srikaya. Di pot saya punya lumayan lebih banyak tanaman lagi, tujuan utamanya mengenalkan ‘mari menanam dan memanfaatkannya’ kepada junior saya, dan diharapkan dia mempunyai kesadaran terhadap lingkungan yang juga bisa ditularkan ke generasi dia berikutnya, mudah-mudahan.

    Siip … dua jempol mbak !

    Reply
  2. Aryo Seno

    Tapi sekarang orang lebih senang naik kendaraan daripada jalan kaki mas. Belum lagi daerah saya trotoarnya makin ciut saja

    He he … begitu ya mas Aryo ..

    Reply
  3. asty

    Banyak orang suka nikmati asri tapi malas ngleluri (menjagai)

    mangKoko says:
    Betul juga ya … teh Asty !
    :-)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.