Kisah Tentang Waktu, Renungan di Malam Tahun Baru

By mangkoko : last updated 31 Dec 2015

Saat sekarang (now) adalah hal yang paling berharga. Now adalah wilayah di luar waktu. Jika seseorang mampu memasuki wilayah itu, maka akan menemukan keajaiban, menemukan inti (power) dari kehidupan. Kekuatan kehidupan akan muncul ketika seseorang melepaskan diri dari waktu, bukan mengendalikan waktu. (Eckhart Tolle – The Power Of Now).

next-time

Dalam tata bahasa Inggris (English) dikenal apa yang disebut tenses, yaitu bentuk-bentuk kata kerja yang menunjukkan waktu. Untuk menunjukkan waktu saat sekarang (now) disebut “present tense”. Present artinya adalah anugerah atau hadiah.

Apakah ini berarti bahwa: Yang selalu mendapatkan limpahan anugerah hanya orang-orang yang selalu hidup pada masa kini (now), tidak lagi terbelenggu dengan masa lalu, dan ikhlas dengan masa depan?

Waktu sama sekali tidak berharga, karena waktu hanyalah ilusi belaka. Apa yang anda rasakan sebagai berharga bukanlah waktu, tetapi satu titik diluar waktu: saat sekarang (now). Itu yang memang sangat berharga. Semakin anda terfokus pada waktu (masa lalu atau masa depan), semakin anda kehilangan saat sekarang (now). Saat sekarang adalah hal yang paling berharga. (Eckhart Tolle – The Power Of Now)

Bagaimana dengan anda?

Sang Primadona di Malam Tahun Baru

Waktu selalu menjadi primadona, trend perhatian orang setiap terjadi pergantian angka tahun. Puncak perhatian terhadap waktu: jam, menit, bahkan detik, terus meningkat menjelang jam 24:00 di tanggal 31 Desember setiap tahun. Terompet kertas, telah tergenggam erat di tangan. Siap ditiup keras-keras saat jam 00:00. Kembang api segera membelah keheningan malam, merubah kesunyian menjadi hingar bingar.

Waktu adalah anugerah gratis dari Yang Maha Kuasa yang disertakan bagi setiap setiap makhluk hidup termasuk manusia. Namun anehnya ada banyak diantara kita yang merasa tidak pernah memiliki cukup waktu, sementara yang lain merasa sangat kaya akan waktu.

Kala Sineas Merenung Tentang Waktu

Konsepsi dan sekaligus obsesi manusia tentang waktu juga banyak mengispirasi para sineas Hollywood dengan menuangkan dalam karya sinematografi yang kreatif dan menarik. Obsesi manusia untuk hidup abadi dan melintas batas waktu dilahirkan oleh para sutradara jempolan semacam Steven Spielberg dengan salah satu episode dari sekuel Indiana Jones And The Last Crusade. Sinema yang berkisah tentang perebutan Cawan Perjamuan Terakhir yang menawarkan keabadian. Di tangan sutradara yang sama lahir pula film-film apik tentang melintas waktu seperti trilogi Back To The Future yang dibintangi oleh Michael J. Fox dan Christopher Lloyd. Banyak pula yang lain, diantaranya adalah “In Time” (Justin Timberlake) dan “Next” (Nicholas Cage)

1. In Time (Justin Timberlake)

Time is money kata orang Inggris. Jika anda pernah nonton film Justin Tibberlake yang berjudul “In Time”, anda akan disuguhi sebuah ide bahwa waktu benar-benar berlaku sebagai alat tukar seperti uang.

Dikisahkan sebuah kehidupan masyarakat di masa depan, gen penuaan dinonaktifkan setelah seseorang berusia 25 tahun. Setiap orang tetap terlihat muda seperti usia 25 tahun. Di punggung lengan kiri setiap orang dipasang penanda waktu digital yang menunjukkan sisa waktu yang dimiliki, seperti sebuah stop watch yang menghitung mundur. Uniknya stock waktu yang dimiliki bisa digunakan sebagai alat pembayaran dengan cara didekatkan pada alat pemindai, seperti scanner barcode atau RFID di masa kini. Jika melakukan transaksi, misalnya membeli sesuatu, stock waktu akan berkurang.

Orang kaya (kaya akan waktu) dapat hidup terus tak terbatas, sementara yang miskin harus terus berkejaran memburu tambahan waktu. Bagaimana pula dengan lika-liku kehidupan Will Salas (diperankan oleh Justin Timberlake) seorang pemuda miskin yang terus dikejar-kejar Timekeepers (polisi waktu) karena dituduh melakukan pembunuhan ketika mewarisi waktu dari seorang pria kaya?

2. Next, Nicholas Cage

Lain pula dengan kisan di dalam film Next. Diceritakan bahwa seorang pria, yaitu Cris Johnson yang diperankan dengan apik oleh Nicholas Cage memiliki kemampuan mampu meilhat apa yang akan terjadi pada dirinya 2 menit kedepan. Film ini seakan mengungkapkan betapa berharganya waktu. Bahkan hanya 2 menit saja mengetahui masa depan akan membuat keajaiban-keajaiban. Cris selalu luput dari terjangan peluru peluru yang dibidikkan ke dia, selalu lolos dari apapun yang akan mencelakakan kerena dia tahu persis apa yang akan terjadi 2 menit ke depan, sehingga mampu menghindarinya

Inilah yang unik dari masa depan. Selalu berubah karena engkau melihatnya. (Cris Johnson – Nicholas Cage dalam In Time)

Sahabat sekalian.
Apakah anda ingin pula menemukan “The Last Crusade” seperti yang ditemukan oleh Indiana Jones?
Atau apakah anda ingin bisa bepergian ke masa lalu ataupun masa depan dengan melintas waktu seperti Michael J. Fox dalam Back To The Future?
Atau anda ingin seperti Cris Johnson yang mampu mengintip masa depan agar selalu menikmati keajaiban?

Tahun Baru adalah lembaran baru. Bagaikan kertas putih bersih, tergelar di hadapan kita. Terserah akan di tulis dan diwarnai dengan apa di permukaannya.

Re-updated: 31 Desember 2015

 


Share :

4 thoughts on “Kisah Tentang Waktu, Renungan di Malam Tahun Baru

  1. ysalma

    Saya nonton In Time di TV,
    waktu yang sudah lewat tetap aja tak bisa dijemput, berapapun banyaknya uang yg dimiliki ya.

    mangKoko says:
    Berarti pula “betapa berharganya waktu”

    Reply
  2. Yudi

    About Time seru juga.. Menceritakan orang yang memliki bakat keturunan untuk mundur ke masa lalu…

    mangKoko says:
    About Time, saya belum pernah nonton sih …
    Trims infonya mas Yudi

    Reply
  3. Ruri

    Saya baru pernah nonton In Time dan About Time. Kayaknya yg lain juga seru 🙂

    mangKoko says:
    Selamat menonton mbak Ruri
    🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.