Pringgitan

By mangkoko : last updated 10 Oct 2014

Pringgitan adalah salah satu nama ruang dalam bangunan rumah joglo tradisional jawa. Mengambil spirit pringgitan, dalam kategori ini sahabat-sahabat sekalian akan menemukan ide, gagasan, renungan ( he he … jangan-jangan cuma lamunan ya!) dari si penjaga rumah.

“Tetapi kenapa dinamai pringgitan mang ?”

Filosofi ruang pringgitan sangat menarik, bermakna konseptual sebagai tempat dari pemilik rumah untuk memperlihatkan aktualisasi diri sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya. Dalam budaya Jawa sering disimbolisasi sebagai bayang-bayang atau wayang dari dari sang Maha Dalang, Tuhan yang Maha Kuasa.

Pringgitan, Ringgit, Wayang, Bayang-bayang

Pringgitan, Ringgit, Wayang, Bayang-bayang

Pada rumah joglo tradisional jawa, biasanya dibagi menjadi 5 ruang dengan fungsi masing-masing yang unik. Yaitu: pendopo, pringgitan, dalem atau omah jero, gandhok dan pawon.

  1. Pendopo merupakan bagian paling depan, biasanya tidak mempunyai dinding. Jadi berupa ruang terbuka. Hal ini melambangkan karakter yang terbuka, apa adanya. Aktifitas sosial pemilik rumah dilakukan di pendopo. Pertemuan besar, kumpul-kumpul dengan kerabat maupun tetangga, berlatih menari bagi anak-anak dsb.
  2. Pringgitan adalah ruang transisi antara pendopo dan ndalem. Berfungsi sebagi ruang untuk menerima tamu, dan bersantai di sore hari. Pada jaman dahulu biasanya digunakan sebagai tempat pertunjukan wayang kulit. Kata wayang juga biasa disebut ringgit. Misalnya wayang orang, sering disebut sebagai ringgit tiyang. Dari kata ringgit inilah nama pringgitan muncul.
  3. Dalem merupakan ruang pribadi pemilik rumah. Di dalam ruang inilah tempat kumpul keluarga dan tempat istirahat dan tidur penghuni rumah.
  4. Gandhok adalah bangunan memanjang yang berada di kiri dan kanan dalem. Berfungsi sebagai tempat tinggal kerabat, atau tempat tidur tamu yang kebetulan menginap.
  5. Pawon atau dapur seperti pada umumnya adalah tempat aktifitas memasak untuk menyediakan makanan bagi seluruh penghuni rumah

Demikian kurang lebih sekedar angan-angan (baca: bayang-bayang) untuk menjadikan kategori pringgitan ini sebagai aktualisasi ide, gagasan dan hasil renungan mang Koko sebagai penjaga rumah.

Monggo silahkan dipakai jika bermanfaat.
Jika tidak, ya … mohon maaf sudah membuang waktu membaca tulisan ecek-ecek yang mungkin tidak berirama ini.

Salam,
mangKoko


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.