Buku: Gaya Hidup Organik

By mangkoko : last updated 18 Sep 2016

Jika mendengar istilah gaya hidup organik, banyak diantara kita yang selalu mengasosiasikan dengan makanan organik. Yaitu makanan yang ditanam tanpa pestisida dan tanpa pupuk buatan. Pemupukan hanya dilakukan dengan pupuk organik seperti kompos atau kotoran binatang. Makanan organik sebenarnya hanya salah satu aspek dari cara hidup organik, cara hidup yang selaras dengan alam.

Buku: Gaya Hidup Organik, Sehat Tanpa Mahal

Buku: Gaya Hidup Organik, Sehat Tanpa Mahal

Buku “Gaya Hidup Organik” yang disusun oleh Christopher Emille Jayanata dan Ahmad Kholil ini adalah satu dari sedikit referensi berbahasa Indonesia yang membahas tentang hidup organik sebagai sebuah way of life yang lebih holistik. Tidak sekedar membahas tentang makanan organik. Tetapi lebih menekankan pada sikap hidup sehari-hari yang selaras dengan alam.

Christopher Emille Jayanata adalah pendiri dan sekaligus ketua umum KOI (Komunitas Organik Indonesia). Sesuai dengan namanya, KOI adalah komunitas tempat berkumpulnya produsen, konsumen, pemerhati, aktifis dan pengamat Green & Healthy Living di Indonesia dengan tujuan untuk membuat negeri ini menjadi lebih baik. Sedangkan Ahmad Kholil adalah seorang creative reconnector majalah Sehat Alami.

Buku ini memberikan panduan sederhana namun cukup komprehensif bahwa gaya hidup organik tidak harus mahal. Tidak harus mengkonsumsi makanan-makanan berlabel organic yang di pasar biasanya dibandrol dengan harga lebih tinggi dibanding makanan tanpa label organik. Hidup selaras dengan alam mestinya lebih murah. Karena sumber dayanya tersedia di sekitar kita. Dan untuk memulainya bisa dilakukan dari aktifitas yang biasa kita lakukan sehari-hari, seperti misalnya:

  • Berdoa dan bersyukur setiap pagi hari saat bangun dari tidur, sholat subuh bagi seorang muslim
  • Minum air putih saat bangun pagi sebelum menyikat gigi
  • Olah raga pagi secara rutin. Cukup dengan jogging atau jalan cepat selama 30 sampai 1 jam
  • Banyak senyum sebagai ungkapan penghargaan pada diri sendiri maupun orang lain

Kata organic sendiri mengandung arti digestible (yang bisa dicerna) atau composable (yang bisa diurai). Sebagai lawan katanya adalah anorganik yang besifat indigestible (tidak bisa dicerna) dan indecomposable (tidak bisa diurai). Bahan organic di alam contohnya adalah tanaman dan binatang, sedangkan batu, logam, dan plastik bisa dianggap bahan anorganik. Meskipun plastic jika dirunut kebelakang berasal dari minyak bumi. Minyak bumi asalnya adalah bahan organic yang memalui proses sangat lama di alam kemudian dianggap telah menjadi bahan anorganik karena sifatnya yang sangat sulit terurai (indecomposable)

Kita terkadang juga rancu mengartikan organik sebagai non kimiawi. Padahal sesungguhnya semua benda di alam ini baik benda hidup maupun mati adalah kimiawi. Yang terdiri dari gabungan unsur-unsur kimia. Untuk lebih menegaskan terkadang kita memberi tambahan label bahan kimia buatan sebagai sebutan untuk bahan anorganik. Dan di SMA dulu kita diajarkan pelajaran kimia organik yang membahas tentang rantai molekuler dari zat yang ditemukan pada makhluk hidup.

Gaya hidup organik meliputi keseluruhan aktifitas hidup sehari-hari yang bersifat ekologis atau ramah lingkungan. Membuang sampah pada tempatnya, menghindari atau paling tidak menghemat pemakaian plastik, menghemat pemakaian energi listrik, BBM merupakan contoh gaya hidup organik yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh kita bisa turut menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Prinsip reduce dan reuse kita bisa mengurangi pemakaian wadah sekali pakai seperti kantong kresek dan stirofoam. Kemudian kita ganti dengan wadah sendiri yang bisa dipakai berulang kali. Prinsip recycle dengan mendaur ulang sampah yang dihasilkan rumah tangga. Jika masih ada tanah kosong di rumah, buatlah lubang sampah. Isi dengan sampah-sampah dedaunan atau bahan organik lain yang tidak mengundang hama atau pest dan tidak berbau menyengat. Sampah anorganik akan cepat terurai menjadi pupuk organik yang sangat bermanfaat untuk tanaman. Sedangkan sampah-sampah plastik atau bahan lain yang tidak mudah terurai bisa dipilah supaya nantinya mudah dimanfaatkan kembali sebagai bahan kerajinan atau untuk didaur ulang menjadi produk yang bernilai kembali. Sehingga mengurangi beban alam untuk mengurainya. Jika anda suka bertanam di dalam pot, pemakaian pot plastik daur ulang menjadi salah satu factor untuk mendorong aktifitas recycle bahan plastik yang sulit terurai secara alami.

Masih banyak tips sederhana yang diuraikan buku ini. Untuk berperan serta menyelamatkan bumi tempat kita meletakkan semua harapan ini, ternyata tidak sulit dan muluk-muluk. Bisa dilakukan secara sederhana pada aktifitas keseharian kita. Hidup organik, selaras dengan alam, muaranya adalah sebuah kehidupan yang sehat pada diri kita, lingkungan alam dan lingkungan sosial budaya di sekeliling kita.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.