Khasiat Hebat Kulit Pisang. Tapi Kenapa Monyet Selalu Mengupasnya? 

By mangkoko : last updated 26 Sep 2016

Linda Carrol menulis sebuah artikel dengan judul menggelitik: “Should you be eating banana peels? The science is slippery”. Tak tanggung-tanggung, tulisan itu di muat di kanal Today Health & Wellness, salah satu kanal dari NBC News, salah satu situs berita yang sangat populer di USA. Apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan kulit pisang (banana peels)?

Saya jadi penasaran. Ada yang menyanjung kehebatan khasiat kulit buah pisang. Namun ada pula yang sinis dengan si kulit buah buni itu. Ketika saya coba mencari informasi lebih lanjut di belantara dunia maya. Wow, ternyata kulit pisang telah banyak dibicarakan orang. Barang sepele, biasanya kita buang ke tempat sampah, kenapa menjadi menarik perhatian?

Monkeys eating banana (Credit image: softpadia.com)

Monkeys eating banana (Credit image: softpadia.com)

Mungkin karena sepele, tersia-siakan, dan tak pernah terpikirkan oleh kita, kemudian ada klaim berkhasiat hebat. Akibatnya: duaar … Seperti petir yang menyambar di siang bolong, menjadi pusat perhatian orang.

Di internet, banyak artikel yang membahas tentang keistimewaan kulit pisang untuk menangani bebagai masalah kesehatan. Di sisi lain, ada pula yang kontra dengan publikasi heboh tentang manfaat kulit pisang ini. Keduanya memiliki argumen yang sama-sama masuk akal.

Jadi mana yang benar nih?

Khasiat Kulit Buah Pisang

Kalau anda search: “khasiat kulit pisang” di internet, akan banyak menemukan artikel yang membahas kehebatan kulit pisang. Banyak klaim masalah kesehatan yang bisa diobati dengan kulit pisang, terutama yang berhubungan dengan kecantikan dan kulit. Anda bisa oleskan kulit pisang untuk mengobati jerawat, kutil, gatal-gatal, iritasi, dan pembengkakan karena gigitan nyamuk. Konon ampuh pula untuk memutihkan gigi.

Jika dikonsumsi secara rutin, akan membuat orang lebih rileks. Karena kulit pisang mengandung serotonin, zat hormonal yang dipercaya mampu membangkitkan perasaan nyaman dan senang (ref.: id.wikipedia.org)

Kulit pisang juga banyak mengandung karbohidrat, air, vitamin C, kalium, lutein, anti-oksidan, kalsium, vitamin B, lemak, protein, beragam vitamin B kompleks di antaranya vitamin B6, minyak nabati, dan serat.

Jadi, ide untuk memanfaatkan kulit pisang menjadi bahan pangan dan obat alami sangat masuk akal.

Apakah anda berencana beli pisang, dan memakan dengan kulitnya?

Apakah anda berencana beli pisang, dan memakan dengan kulitnya?

Memang belum ada jurnal ilmiah yang melaporkan hasil penelitian tentang khasiat kulit pisang. Publikasi yang ada baru sebatas ide, kemudian di coba aplikasikan berdasarkan kandungan nutrisi dan zat hormonal yang ada di dalam kulit pisang. Hasilnya juga baru sebatas testimoni dari orang yang mengaku telah mengaplikasikan untuk mengatasi problem kesehatan tertentu.

Adakah yang salah dengan publikasi diatas?
Sah-sah saja sih! Andapun tak ada salahnya mencoba. Siapa tahu cara sederhana dan dengan bahan yang mudah ditemukan dimana-mana ini cocok untuk mengatasi problem kesehatan yang sedang anda alami.

Kontra Khasiat Kulit Buah Pisang

Pihak yang kontra kulit pisang beralasan bahwa, “Hanya karena kulit pisang mengandung nutrisi, tidak berarti bisa begitu saja dijadikan bahan makanan. Lagipula rasa kulit pisang tidak enak, terlalu kenyal dan ada rasa pahit. Konyol menjadikan kulit pisang menjadi bahan makanan, apalagi sebagai obat untuk mengatasi masalah kesehatan”.

Di dalam kulit pisang juga sangat mungkin terdapat konsentrasi pestisida yang berasal dari perlakuan pengendalian hama saat di kebunkan. Pestisida yang disemprotkan ke tanaman akan menempel dan meresap ke dalam kulit buah.

Ada pula anekdot yang cukup telak menyindir, “Monyet saja kalau makan pisang selalu mengupas sebelumnya, kenapa kita harus makan dengan kulitnya”, he he …

Masuk akal juga bukan alasan yang kontra kulit pisang?

Jadi kita ikut yang mana dong?
Menurut saya: tak ada salahnya mencoba makan kulit pisang, kalau doyan lho! Atau coba oleskan pada kulit yang sedang bermasalah. Tapi sebaiknya pilihlah buah pisang dari tanaman yang diperlakukan secara organik. Minimal tidak pernah disemprot dengan pestisida kimiawi.

Pisang Organik

Di sekitar tempat tinggal mangKoko di Semarang, masih banyak terdapat kebun pisang yang ditanam penduduk. Pohon-pohon pisang seperti ini bisa dibilang organik. Mereka menanam sekedar mamanfaatkan lahan kosong. Tidak melakukan penanaman secara intensif. Saya tak pernah melihat mereka melakukan pengendalian hama dengan pestisida kimiawi. Bahkan pemupukan-pun sangat jarang dilakukan.

Penampilan pisang organik umumnya memang tidak secantik pisang yang dikebunkan secara komersial. Tapi jangan remehkan kualitasnya! Rasa pisang organik lebih mantab, dan jelas lebih sehat.

Tentang manfaat pisang (bukan kulit pisang lho), rasanya tak ada kontroversi. Koeppel, seorang peneliti buah pisang menyanjung pisang sebagai: “buah yang mengubah dunia”. Selama 15 tahun dia mempelajari tentang pisang dan melakukan perjalanan ke berbagi penjuru dunia di mana pisang tumbuh. Selama itu belum pernah sekalipun menemukan tradisi: orang makan pisang dengan kulitnya.

Banyak orang sangat percaya bahwa pisang adalah salah satu buah hebat yang banyak mengandung manfaat bagi tubuh manusia. Ibu saya almarhum, adalah salah seorang diantaranya. Beliau selalu menyediakan pisang di rumah. Jika lagi susah tidur (insomnia) di waktu malam. Obatnya adalah makan buah pisang. Beberapa saat setelah makan pisang, beliau akan segera tertidur pulas. Mungkin ini salah satu efek serotonin, menenangkan dan akhirnya menidurkan.

slip-up-pixabay

Awass kepeleset … (Credit image: pixabay.com)

Pisang memang buah tropis yang unik. Sebagian besar buah-buahan akan awet kesegarannya jika didinginkan di dalam lemari pendingin. Tetapi pisang tidak. Kulitnya akan segera berubah warna menjadi kehitaman.

Satu hal terakhir yang perlu diingat: “Hati-hati dengan kulit pisang! Anda bisa terpeleset saat tak sengaja menginjaknya.”, he he …

 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.