Resep Rahasia Panjang Umur ala Okinawa

By mangkoko : last updated 02 Jan 2016

Okinawa adalah sebuah pulau di Jepang yang mendapat julukan “Ibukota Dunia Umur Panjang“. Dalam sebuah penelitian, ditemukan ada 457 orang Okinawa berusia 100 tahun atau lebih. Jadi rata-rata ada 35 orang berumur 100 tahun atau lebih per 100.000 penduduk Okinawa. Ini adalah statistik tertinggi di dunia. Dan resiko kematian akibat penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung dan stroke, terendah di dunia.

Seaside Ishigaki, Okinawa Prefecture. (courtesy of Okinawa-information.com)

Seaside Ishigaki, Okinawa Prefecture. (courtesy of Okinawa-information.com)

Berdasarkan Usia harapan hidup (list of countries by life expectancy) rata-rata orang Jepang adalah 84 tahun. Paling tinggi di dunia. (Data dari WHO tahun 2013, yang dirilis tahun 2015). Dan orang-orang Jepang yang tinggal di Teluk Okinawa adalah yang paling panjang umur di Jepang. Sehingga menjadi inspirasi masyarakat seluruh dunia untuk menjalani hidup sehat, sejahtera, dan panjang umur.

Dibandingkan dengan orang-orang Amerika, satistik penderita penyakit jantung di Okinawa hanya seperlimanya, kanker payudara dan prostat seperempatnya, dan demensia kurang sepertiga. (Craig Willcox dari Okinawa Centenarian Study)

Apakah ini keberuntungan orang-orang Okinawa karena memiliki keunggulan genetis umur panjang?

lderly Woman - 99 year old Ushi Okishima at work in her fields. (Credit image: bluezones.com)

lderly Woman – 99 year old Ushi Okishima at work in her fields. (Courtesy of bluezones.com)

Ternyata tidak. Dr Robert Butler (1927 – 2010), seorang pakar gerontologi dan psikiater terkenal di dunia (pendiri International Longevity Center) menyatakan bahwa: sesungguhnya tubuh manusia dirancang mampu bertahan hingga usia 120 tahun. Jadi life expectancy orang Jepang yang hanya 84 tahun, masih jauh dari angka pencapaian maksimal 120 tahun. Artinya kitapun mestinya mampu meniru pola hidup sehat, panjang umur, seperti mereka. Bandingkan dengan life expectancy orang Indonesia yang hanya 71 tahun, menempati ranking ke 110 di dunia.

Apa sesungguhnya rahasia panjang umur ala orang Okinawa?
Para pakar menyimpulkan bahwa: apa yang mereka makan, dan gaya hidup mereka yang paling menentukan. Menu makanan mereka adalah bahan makan alami. Dan penggunaan herbal sebagai obat untuk mengobati penyakit.

Sebagai penganut Konfusianisme mereka memegang konsep “hara hachi bu”, yakni makan tidak sampai kenyang. Hanya 80% saja dari kapasitas perut. Mirip seperti ajaran Nabi Muhammad bagi kaum Muslim yang dianjurkan: “hanya makan setelah lapar, dan kalau makan tidak sampai terlalu kenyang: 1/3 makanan, 1/3 air/ dan 1/3 udara.

Yang juga mengejutkan, orang-orang Okinawa tak hanya sekedar panjang usia, namun di masa tua mereka, hidup dalam kondisi yang jauh lebih baik, lebih sehat dibanding rata-rata kehidupan orang-orang tua di dunia. Di jalan-jalan Okinawa, banyak terlihat orang-orang yang berusia 90-100 masih bisa mengendarai sepeda motor atau sepeda gunung, bahkan berlatih karate dan kendo. Mereka juga terbiasa berjalan kaki setiap hari dan bekerja normal sebagai petani di kebun sayur milik mereka.

Ada 2 faktor utama penyebab panjang umum masyarakat Okinawa yakni: menu makanan dan gaya hidup yang disebut Ikigai. Ini tentu saja dapat ditiru oleh siapapun, termasuk anda.

Menu Makan Orang Okinawa

Okinawa adalah pulau terbesar di gugusan kepulauan bernama Ryukyu. Sebuah kepulauan vulkanik di daerah sub Tropis yang subur di Jepang. Orang-orang di sana umumnya makan makanan hasil kebun yang mereka tanam sendiri. Kebun mereka juga bagaikan apotik hidup. Ditumbuhi berbagai macam tanaman obat (herbal), rempah-rempah, buah-buahan dan sayur sayuran. Seperti ubi jalar, lobak, bawang putih, daun bawang, kubis, dan tomat.

Orang Okinawa banyak porsi sayur-sayuran dalam menu makan mereka. (Credit image: pixabay.com)

Orang Okinawa banyak porsi sayur-sayuran dalam menu makan mereka. (Courtesy of pixabay.com)

Dr Mark Stibict PhD. menemukan kenyataan bahwa rata-rata orang-orang Okinawa mengkonsumsi kalori lebih sedikit dibanding kebanyakan orang. Rendahnya asupan kalori menyebabkan berkurangnya radikal bebas yang diproduksi selama proses pencernaan makanan. Ini berarti mengurangi resiko penyakit kanker dan penyakit lain yang menjangkiti masyarakat modern dewasa ini. (Dr Stibich adalah penerima gelar PhD dari The Johns Hopkins University School of Public Health).

Seorang peneliti lain yaitu Dr. Craig Willcox (co-writer buku “The Okinawa Program”) menyebutkan bahwa menu mereka rata-rata berupa biji-bijian serealia utuh (whole grain), sayur-sayuran, produk dari kedelai dan 3 porsi ikan dalam seminggu. Konon mereka adalah pemakan tahu dan rumput laut yang tak tertandingi oleh arang manapun di dunia. Selain itu masyarakat Okinawa juga gemar makan cumi dan gurita yang kaya taurin untuk menurunkan kolesterol dan mengendalikan tekanan darah.

Secara tradisional, makanan sehari-hari orang Okinawa terdiri dari:

  • Tujuh bagian sayuran dan buah-buahan
  • Tujuh bagian serealia
  • Dua bagian bahan makanan dari kedelai
  • Ditambah makan ikan 3 x seminggu,
  • Dan hanya kadang-kadang saja makan daging dan minum susu

Secara keseluruhan, diet mereka rendah kalori dan mengandung banyak sayuran.

IKIGAI: Gaya Hidup Orang Okinawa

Sebagaimana masyarakat pedesaan pada umumnya, hubungan sosial masyarakat Okinawa relatif hangat. Mereka mimiliki budaya jejaring sosial berupa dukungan timbal-balik yang menyediakan bantuan keuangan, emosional, dan sosial seumur hidup. Ini sesungguhnya tak jauh beda dengan budaya gotong royong masyarakat pedesaan di Indonesia.

Para petani oknawa yang sedang beristirahat. (Courtesy of T-Enami.Org - flickr.com)

Para petani Okinawa yang sedang beristirahat. (Courtesy of T-Enami.Org – flickr.com)

Saling membantu sesama sebagai sebuah ikatan dengan lingkungan dan sisi spiritual yang mereka anut. Para orang tua sekalipun merasa terus berarti, karena tetap aktif melakukan aktifitas produktif. Faktor ini menjadi sebab tingkat stress rendah. Mereka menyebut ini sebagai ikigai, yang artinya kurang lebih “sesuatu yang membuat kehidupan seseorang selalu berharga“.

Aktifitas fisik mereka tak lepas dengan mata pencaharian mereka sehari-hari. Tidak secara khusus melakukan kegiatan oleh raga untuk menyehatkan tubuh. Mereka memang biasa melakukan olah nafas mendalam ala tai-chi, namun itu adalah bagian dari warisan budaya yang telah medarah daging.

Bagaimana sahabat, tidakkah anda terinspirasi untuk menjalani gaya hidup sehat, sejahtera dan panjang umur ala orang-orang Okinawa di Jepang?


Referensi:

  • www.huffingtonpost.co.uk/2014/12/02/okinawa-secret-to-living-a-long-time_n_6254438.html
  • ngm.nationalgeographic.com/print/2005/11/longevity-secrets/buettner-text
  • news.softpedia.com/news/Why-Do-People-of-Okinawa-Are-the-Most-Long-Lived-on-Earth-53411.shtml
  • Buku: Jurus Sehat Tanpa Ongkos, oleh Dr. Handrawan Nadesul, Penerbit Buku Kompas
  • www.okicent.org

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.