Pensiun Asyik, Pensiun Berkualitas

By mangkoko : last updated 12 Jan 2016

Apakah anda sedang mempersiapkan masa pensiun? Mungkin anda sedang membayangkan: tidak lagi harus p4 alias pergi pagi pulang petang. Tidak sewot karena terjebak macet setiap pagi dan sore hari. Tidak lagi harus nurut apa saja kata bos. Sekarang, aktifitas sehari-hari hanyalah mengerjakan hal-hal yang sangat disukai saja, hanya menuruti kata hati saja. Bukankah ini asyik?

Barangkali kata yang lebih keren adalah passionate. Meskipun saya sendiri lebih suka menyebut kata passionate dengan kata yang spiritnya kurang lebih sama, yaitu: asyik. Sudah pensiun asyik pula, woow, alangkah indahnya kehidupan ini!

Pensiun asyik

Pensiun asyik

Apa itu Pensiun Berkualitas?
Pada artikel sebelumnya “Benarkah Pensiun Dini Menyebabkan Panjang Umur?” telah disebutkan bahwa hanya pensiun berkualitas yang memungkinkan memperpanjang usia harapan hidup seseorang.

Ciri paling mudah dari orang yang menyandang status pensiunan berkualitas bisa dilihat dari aktifitas sehari-hari-nya yang terlihat asyik. Kala seseorang mengerjakan sebuah aktifitas yang paling dia sukai, pasti akan dikerjakan dengan antusias, senang hati dan tidak mengenal lelah. Para pensiunan yang beruntung menemukan ke-asyikan-nya alias passion-nya dalam beraktifitas pasca pensiun. Banyak diantara mereka yang menjadi lebih produktif dibanding saat masih aktif bekerja formal dulu.

Ada beberapa contoh para pensiunan sangat asyik menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka seakan terlahir kembali menjadi pribadi-pribadi unik yang sangat produktif dan inspiratif.

Contohnya seperti Pakdhe Abdul Cholik. Pensiunan Brigadir Jenderal TNI tahun 2006 dan teman satu team volley pak SBY sewaktu pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung tahun 1988. Sejak pensiun sampai saat ini beliau adalah seorang blogger yang sangat dihormati oleh sesama blogger di tanah air tercinta ini. Kami para blogger biasa menyapa beliau dengan panggilan akrab, “Pakdhe”.

Pakdhe Cholik
Pakdhe Cholik adalah seorang blogger yang sangat produktif. Sangat pantas diacungi 2 jempol. Bayangkan, saat ini mengelola sekitar 10 blog dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Masih ditambah lagi telah menerbitkan puluhan buku dengan beragam tema, mulai dari tema blogging, motivasi, spiritual, nasionalisme, bahkan sampai buku kumpulan puisi berhasil Pakdhe terbitkan.

Dengan ngeblog hidup saya menjadi semakin berwarna-warni”, begitu jawab eks perwira TNI yang pernah bertugas sebagai anggota pasukan pemeliharaan perdamaian PBB di Namibia ini setiap ditanya para sahabatnya. Pakdhe Cholik yang sangat bersahabat dan egaliter ini bisa disapa di blog-nya: Abdulcholik.Com.

Om HOK Tanzil
Contoh lain adalah om HOK Tanzil (Haris Otto Kamil Tanzil). Jika anda suka baca majalah Intisari, pasti mengenal beliau. Beliau ini sebenarnya adalah seorang profesor mikrobiologi dari UI. Sebagai seorang akademisi, beliau telah melahirkan 184 jurnal ilmiah.

Namun sisi paling unik dan meng-asyikkan dari diri beliau adalah passion-nya sebagai seorang travel writer fenomenal. Tulisan-tulisan pengalaman menjelajah ke 238 negara di seluruh dunia dipublikasikan di majalah Intisari sejak puluhan tahun lalu. Dan juga menerbitkan 16 buku catatan perjalanan. Bisa dibilang, beliau adalah seorang travel writer yang belum ada tandingannya sampai saat ini.

Majalah National Geographic Traveler edisi Oktober 2014 mengulas pribadi beliau yang unik dan menarik. Beliau ini selalu menuangkan pengalaman perjalanan ke seluruh dunia yang dilakukan bersama isteri tercinta dengan gaya khas seorang HOK Tanzil. Tidak hanya tempat-tempat terkenal yang dikunjungi, bahkan tempat-tempat di seluruh penjuru dunia yang tidak pernah terdengar namanya pernah beliau singgahi.

Om HOK Tanzil adalah seorang passionate, selalu mengikuti isi hati, melakukan aktifitas yang paling dia suka, sehingga ideal dikemukankan sebagai contoh hidup. Petualangan perjalanan-nya dilakukan sejak muda, dan semakin intensif kala telah pensiun. Konon beliau telah menempuh perjalanan sejauh 4 kali keliling bumi.

Saat ini om HOK Tanzil telah berusia 91 tahun. Menjadi sebuah fakta menarik bahwa hidup bergelimang passion setiap hari terbukti membuat sang travel writer Indonesia paling fenomenal ini panjang umur.

Menemukan Passion
Siapkah anda untuk pensiun? Pensiun asyik – pensiun berkualitas ala pakdhe Cholik atau om HOK Tanzil perlu persiapan fisik dan mental jauh-jauh hari. Keduanya menemukan passion sedari awal, kemudian memupuk dan memelihara passion terus-menerus sampai waktu tak terbatas. Entah sampai kapan.

Beliau berdua adalah model ideal bagi kita untuk belajar meneladani bagaimana menjalani “passionate life”, hidup penuh dengan ke-asyikan.

Sekarang, contoh hidup telah tersedia, tinggal mau atau tidak untuk segera mengambil langkah pertama, bertanya pada diri sendiri: “Apa aktifitas yang paling aku sukai, dan paling mengasyikkan?

Sebuah lagu dari Nugie barangkali bisa membantu memberi ilustrasi bagaimana menemukan passion diri. Nugie menyebutnya dengan istilah “Lentera Jiwa“,  seperti video klip berikut:


Konon kreativitas dan produktivitas tertinggi seorang manusia akan lebih mudah diraih ketika aktivitasnya sejalan dengan passion yang dimilikinya. Dikala seseorang melakukan apa yang menjadi passion-nya, gairah dan rasa cinta yang mendalam akan menjadi pengungkit luar biasa kuat untuk melejitkan kreatifitas dan produktifitas.

Passion sangat dekat dengan hobi, bisa jadi hobi anda itulah passion anda. Untuk menjadikan hobi sebagai passion membutuhkan satu proses lagi, yaitu: transformasi. Hobi harus menjalani proses metamorfosa menuju aktifitas yang lebih produktif agar bersalin wujud menjadi passion.

Misalnya anda hobi fotografi. Aktifitas memotret dan mengkoleksi foto-foto hasil jepretan anda bisa jadi telah cukup memuaskan batin sebagai sekedar hobi. Namun akan lebih asyik jika anda mau berupaya menjadikannya lebih produktif, misalnya mengirim karya-karya foto terbaik anda ke agen foto online seperti Dreamstime atau Shutterstock. Di sana foto-foto anda memiliki peluang untuk di manfaatkan oleh para graphic designer dari seluruh dunia. Dengan demikian hobi fotografi anda bertransformasi menjadi passion yang produktif, lebih bermanfaat, bahkan mendatangkan pundi-pundi dolar.

Banyak contoh lain hobi yang memiliki peluang besar menjadi passion yang produktif. Bisa hobi apa saja misalnya: memelihara burung berkicau, otomotif, blogging, gardening, melukis dan sebagainya. Teknologi internet menjadi salah satu tools hebat untuk melejitkan produktifitas sebuah hobi.

Masa Persiapan Pensiun
Masa persiapan pensiun biasanya diberlakukan menjelang seseorang seseorang akan segera memasuki waktu pensiun. Namun sering kesempatan emas ini sekedar menjadi formalitas belaka. Tak serius digarap baik oleh institusi pemberi kerja maupun person/karyawan yang akan menjalani pensiun.

Kunci keberhasilan menjalani masa persiapan pensiun, sesungguhnya tergantung pada karyawan/karyawati yang akan menjalaninya. Sangat dianjurkan untuk mempersiapkan sendiri jauh-jauh hari sebelum masa pensiun mendekat.

Menjadikan kegemaran/hobby atau passion menjadi aktifitas utama pasca pensiun adalah pilihan yang paling direkomendasikan, seperti telah disinggung di atas.

Kala Tidak Siap Pensiun
Satu hal utama yang harus diwaspadai, bahwa: sekedar pensiun alias tidak lagi bekerja, tidak menjamin turunnya level stress seseorang. Bisa jadi malah melambungkan ke tingkat stress yang lebih tinggi. Hal ini banyak terjadi pada orang-orang yang tidak siap pensiun padahal usia telah memasuki masa pensiun. Kata pensiun berubah menjadi hantu yang menakutkan. Bahkan jika orang yang pensiun adalah seorang pejabat yang membawahi banyak anak buah dan setiap hari dilayani, maka akan lebih berat lagi. Karena hantu pensiun akan berkawan dengan hantu lain yang bernama post power syndrome.

Saya mengenal seseorang yang sangat mengagumkan semasa beliau masih aktif sebagai salah satu pejabat di sebuah BUMN. Fisiknya terlihat prima meskipun penggemar berat kopi dan rokok. Ketika memasuki masa pensiun, saya melihat perubahan yang sangat drastis pada diri beliau. Semangat hidup yang tadinya terlihat berapi-api pada diri beliau, semakin meredup.

Ceramah motivasional yang selalu beliau tularkan kepada siapapun, kemudian tidak pernah lagi saya dengar. Saya sungguh merasa sangat kehilangan beliau. Bahkan kemudian kesehatan beliau terus dan terus merosot sampai titik terendah. Upaya dengan berhenti minum kopi dan stop total merokok tidak mengurangi laju menurunnya kesehatan beliau.

Apa sesungguhnya yang salah? Secara ekonomi beliau cukup siap, apalagi BUMN tempatnya bekerja pada waktu itu memberikan pesangon dan gaji pensiun bulanan yang relatif cukup untuk keperluan sehari-hari.

Saat saya coba renungkan, tampaknya biang keladi semua itu adalah salah satu hantu pensiun yang bernama post power syndrome. Saat ini beliau sudah tenang berada di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak lagi diganggu hantu berwujud apapun. Kisah hidup beliau menjadi pengalaman berharga yang bisa kita petik hikmahnya.

Jadi, apakah anda tidak ingin mendapatkan pensiun asyik – pensiun yang berkualitas?
Sepertinya asyik banget ya! Kita buktikan bareng-bareng yuk!


4 thoughts on “Pensiun Asyik, Pensiun Berkualitas

  1. oRiN

    menghadapi usia tua memang tidak mudah, perlu persiapan sejak dini.

    abah saya di masa kerjanya selalu pergi pagi pulang larut malam… dan saat pensiun semua itu harus ditinggalkan, jelas bukan hal yang mudah… akhirnya sebagai pengalih perhatian abah merokok, segala aktivitas di rumah selalu dibarengi dengan merokok… merokok memang sudah dari dulu, tapi setelah pensiun bukannya berhenti, malah semakin menjadi…

    kemudian abah malah terkena serangan jantung dan terakhir stroke.. saya tidak sepenuhnya menyalahkan rokok, ini hanya ketidaksiapan abah menghadapi usia tua…

    jujur saya sangat sedih melihat abah… tapi saya juga tidak tahu, apakah saya siap menghadapi usia tua?

    mangKoko says:
    Turut prihatin pada kondisi abah teh Orin.
    Kejadian2 seperti itu memang jamak terjadi di sekitar kita. Sisi positifnya bagi generasi sesudahnya adalah mengambil hikmah dari kejadian tersebut.
    :-)

    Reply
  2. Dunia Ely

    Banyak kulihat Pension asyik di sekitarku sini mas :)

    mangKoko says:
    Meskipun belum pensiun asyik, melihat di sekitar banyak yang telah menemukan ke-asyik-an, rasanya jadi termotivasi ya mbak!

    Reply
  3. Pakde Cholik

    Untuk bisa pensiun pastinya harus menyiapkan diri sejak dini ya Mas.
    Jaga kesehatan, jangan boros dan jangan sok-sokan ketika masih dinas
    Pensiun juga jangan hanya duduk menunggu nasi matang ha ha ha
    Cari kesibukan dan meningkatkan kualitas ibadah.
    Terima kasih Mas
    Salam hangat dari Surabaya

    mangKoko says:
    Terima kasih Pakdhe sudah menginspirasi kami semua untuk mempersiapkan pensiun yang asyik, tidak sekedar menunggu nasi mateng
    :-)

    Reply
  4. perumahan murah bekasi

    kunjungan ke dua…..
    manfaat banget website/Blog nya…..
    keep posting yang positif gan/sist..
    ijin lihat-lihat blog/website nya ya…..

    jangan lupa kunjungi website saya ya :)

    mangKoko says:
    Trims bro telah berkunjung

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.