Susu Menyebabkan Osteoporosis ?

By mangkoko : last updated 23 May 2014

Sungguh ironis, berdasarkan penelitian di empat negara dengan konsumsi susu sapi yang sangat besar setiap harinya yaitu Amerika Serikat, Swedia, Denmark dan Finlandia ternyata banyak ditemukan kasus retak tulang panggul dan osteoporosis. Sedangkan di Jepang pada masa rakyatnya belum terbiasa mengkonsumsi susu hampir tidak ditemukan kasus osteoporosis.

Kenyataan ini dikemukakan oleh Prof Dr Hiromi Shinya, seorang dokter senior warga negara Amerika keturunan Jepang yang kini manjabat sebagai professor klinis bedah di Albert Einstein College of Medicine di Yeshiva University Amerika Serikat.

cow_300Lebih jauh beliau menerangkan, ketika seseorang meminum susu, konsentrasi kalsium di dalam darah tiba-tiba meningkat. Tetapi kondisi ini justru dipersepsi oleh tubuh sebagai hal yang tidak normal, sehingga tubuh merespon untuk mengembalikan keseimbangan kalsium dengan dengan cara membuangnya dari ginjal melalui urine. Sehingga akibat minum susu, justru secara keseluruhan tubuh malah kehilangan kalsium.

Sebaliknya di Jepang, masyarakatnya lebih banyak makan ikan dan rumput laut yang rendah kalsium, konsentrasi kalsiumnyapun dianggap lambat terserap dan tidak menyebabkan peningkatan konsentrasi kalsium dalam darah secara cepat justru hampir tidak ditemukan kasus osteoporosis.

Bisa jadi ini benar …
Kakek dan nenek di kampung yang seingat mang Koko tidak pernah minum susu, tubuhnya masih sehat dan kuat menggarap sawah meskipun usianya sudah lebih dari 70 tahun.

Sang profesor yang lahir di Jepang tahun 1935, adalah seorang pakar yang banyak meneliti tentang enzime. Yang dituangkan dalam bukunya yang sangat terkenal yaitu The Miracle Of Enzime (keajaiban enzime) yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Selama lebih dari 40 tahun praktik kedokteran dan memeriksa beratus-ratus ribu saluran pencernaan orang Amerika dan Jepang, dia mengembangkan teori bahwa di dalam tubuh ini ada yang disebut enzime pangkal, atau biangnya enzime. Yang akan diubah menjadi enzime yang lebih spesifik untuk keperluan tertentu. Ada lebih dari 5.000 jenis enzim spesifik yang ditemukan. Karena setiap enzime hanya melakukan satu fungsi tertentu, maka enzime pangkal ini sangat penting untuk mengelola metabolisme dalam tubuh. Tubuh memang bisa memproduksi enzime ini. Tetapi jika penggunaannya boros dan akhirnya terkuras, maka akan banyak menyebabkan masalah kesehatan karena semakin turunnya daya tahan tubuh.

Susu adalah salah satu makanan yang sangat sulit dicerna. Biang keladinya adalah kasein yang menyebabkan penggumpalan ketika memasuki lambung. Sehingga untuk mencerna susu dibutuhkan stock enzime pangkal yang sangat besar. Jika keadaan ini terjadi terus-menerus maka lambat laun enzime pangkal akan terkuras.

Fakta-fakta lain tentang susu adalah:  susu yang dijual secara komersial biasanya telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas. Pasteurisasi pada susu mengakibatkan rusaknya enzim-enzim yang berharga, lemaknya teroksidasi dan kualitas proteinnya telah turun. Jika kondisinya demikian di dalam usus akan mengacaukan keseimbangan bakterial di dalam usus untuk keperluan mencerna makanan.

Ada teori lain tentang osteoporosis yang disebabkan oleh susu (seperti ditulis di  Wikipedia) yaitu osteoblast. Osteoblast adalah sel tulang yang salah satu fungsinya adalah mengatur tingkat kepadatan tulang. Semakin tinggi konsentrasi kalsium di dalam darah akibat susu hewani, osteoblast bekerja semakin keras. Dan jika hal ini terjadi terus menerus, maka osteoblast akan semakin cepat menurun kemampuan kerjanya dan kemudian bisa berhenti berfungsi. Maka lebih disarankan mengkonsumsi sumber-sumber kalsium alami dari tumbuh-tumbuhan atau nabati. Seperti kacang-kacangan dan sayur-sayuran hijau. Karena sumber-sumber kalsium nabati ini tidak memberatkan kerja osteoblast.

Jadi apakah sebaiknya kita tidak minum susu atau paling tidak mencoba menguranginya ?
Monggo … silahkan saja.
Tergantung tingkat kepercayaan kita akan fakta-fakta medis yang diutarakan sang profesor. Untuk merubah persepsi selama ini bahwa susu adalah makanan yang sempurna, menjadi menjadi percaya bahwa susu adalah makanan yang ternyata jauh dari sempurna. Malahan bisa dikatakan makanan buruk, memang tidak mudah. Bagi kita yang terbiasa rutin minum susu hewani bisa mencoba berhenti atau menggantinya dengan susu nabati. Lalu coba kita ukur, apakah perubahan tersebut berpengaruh pada tingkat kebugaran kita atau tidak. Cara mengukur paling mudah adalah dengan melakukan olahraga ringan secara rutin. Misalnya dengan jalan cepat atau breast up. Jika kita lakukan itu secara rutin, kita akan bisa merasakan apakah tubuh kita semakin bugar atau semakin loyo.

Terakhir saya kutipkan sindiran sang profesor :

“Susu sapi hanya cocok untuk anak sapi.
Dan hanya manusia, makhluk di dunia ini yang terus minum susu sampai tua!”

Salam sehat, mang Koko

Referensi:
The Miracle of Enzime,
Self Healing Program: Meningkatkan Daya Tahan Tubuh – Memicu regenerasi Sel, oleh Hiromi Shiya, MD


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.