Bank Sampah Edukatif, Mengajak Anak Peduli Sampah

By Sulis : last updated 26 Oct 2016

Dimanapun, sampah kerap jadi masalah. Termasuk juga level rumah tangga. Sepele saja, saya dengan 4 anggota keluarga, setiap hari memproduksi sampah tak kurang dari 3 kilogram, terdiri dari sampah kering maupun basah. Organik dan non-organik. Itu baru sehari, satu rumah. Bagaimana kalau satu RT, satu RW, atau bahkan satu pedukuhan? Tidak hanya satu hari, tetapi satu minggu, satu bulan, atau bahkan bertahun-tahun?

Bak sampah

Bak sampah organik, sampah kertas, dan sampah plastik

“Total sampah Sleman per hari jika dihitung dari jumlah penduduk adalah sekitar 2500 m/kubik. Dan realnya pasti akan lebih besar mengingat Sleman adalah kota pendidikan dan Wisata, dengan jumlah penduduk tidak tetap yang besar pula” (Pernyataan Sri Purnomo, Bupati Sleman, www.suarajogja.com – 8 Oktober 2016)

Ok, bagi yang mempunyai pekarangan luas, mungkin bisa menerapkan sistem mengembalikan sampah (basah) ke alam. Mengubur mereka dalam lubang besar, lalu ditimbun kembali, dan masalahpun usai. Sampah plastik dan kertas, walau sebenarnya menimbulkan pencemaran udara, bisa dibakar dengan cepat dan kemudian habis. Atau kalau sedang beruntung, ada pengumpul barang rosok yang akan membeli barang-barang bekas kita.

Tapi bagaimana dengan masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan?

Solusi tercepat adalah dengan membayar tukang ambil sampah yang akan mengangkut sampah-sampah mereka ke Tempat Pembuangan Akhir. Dan cara seperti itulah yang paling banyak dilakukan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan.

Dengan cara membuang sampah ditempat yang legal (TPA) masalah sampah bisa saja tertangani dengan cepat. Namun sesungguhnya masalah hanya akan bergeser. Timbunan barang-barang tak terpakai, semakin hari semakin menggunung. Sebuah cara bijak yakni program pemilahan sampah mulai level masyarakat terendahpun mulai diterapkan sebagian warga. Dengan pemilihan dan pemilahan, maka sampah akan lebih mudah dalam pemrosesan lebih lanjut.

Bank Sampah Edukatif PAUD Annur

Adalah PAUD Annur, sebuah lembaga pendidikan untuk anak usia dini yang sengaja mensosialisasikan program pemilahan sampah ini kepada anak-anak didik mereka. Bagi lembaga pendidikan yang beralamat di Dusun Krapyak, Triharjo, Sleman Yogyakarta ini, melalui Bank Sampah Edukatif ( BSE), anak-anak dibiasakan untuk tahu mana sampah organik dan non-organik. Tak hanya itu, bahkan anak-anak pun bisa memiliki rekening tabungan atas nama mereka, dengan sampah yang mereka kumpulkan dari rumah.

Menimbang sampah kertas

Menimbang sampah kertas

Teknis pelaksanaannya adalah, satu kali dalam seminggu, para bocah dengan rentang usia 3-6 tahun ini diharapkan membawa sampah, para guru akan menimbangnya, dan kemudian sampah yang terkumpul akan diambil oleh pengepul untuk dibawa ke tempat daur ulang sampah. Sampah dihargai sesuai harga pasar, untuk kemudian masuk ke rekening anak-anak. Memang nominalnya tak seberapa, tapi akan sangat menyenangkan untuk bocah seumuran mereka.

Besaran rupiah, memang bukan tujuan utama program ini. Menurut salah satu pendidik, Dwi Rini Cahyowati, meski Bank Sampah Edukatif ini baru berjalan di tahun ke dua, tapi setidaknya program ini mengemban beberapa tujuan mulia.

Dengan cara ini anak-anak dibiasakan semenjak kecil untuk lebih bijak mengelola sampah.  Pertama, anak akan terbiasa menaruh sampah ditempat yang benar. Kedua, ia belajar untuk tidak asal membuang, tapi berusaha memilah menurut jenisnya. Yang ketiga, menanamkan niat menabung, yang bisa di daur ulang, pasti akan langsung “diniatkan” untuk dibawa ke sekolah.”Misi berikutnya adalah membentuk anak-anak ini sebagai agen of change. Membentuk anak-anak yang (lebih) peduli dan mencintai lingkungan.  Anak-anak saja bisa peduli dengan sampah, masak kita kalah? Malu dong..


nunuz-pict
Penulis tamu (kontributor): Tri Sulistiyowati

Seorang Mom Blogger yang tinggal di Yogyakarta ini adalah ibu dari 2 anak. Kegemaran utama adalah menulis dan jalan-jalan.


 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.