Antara Aku dan Chelsea, Cerita Tiara

By Tiara : last updated 11 Mar 2015

Hai, hari ini aku akan bercerita tentang sahabat sejatiku. Dia lucu, cantik, dan pintar mengerjakan soal di sekolah, dan juga pintar dalam bahasa inggris sama seperti aku hi…hi! Oke pasti sekarang pada penasaran kan? Namanya adalah Falisah Chelsea Hariyono. Dia adalah teman sekolah satu kelas denganku. Dia baik kok, tetapi terkadang mogok. Inilah ceritanya saat kami sedang bermusuhan.

Waktu itu disekolah kami berjajar membuat barisan shaf untuk Sholat Dhuhur berjamaah. Aku ingin sekali dekat degan Chelsea dan Riska. Saat itu Chelsea sedang mengambil mukena-nya sedangkan aku sudah lebih dulu berada di shaf didekat Riska. Aku ingin Chelsea berada di sebelah kiriku. tetapi dia tidak mau.

Arguing birds

Arguing birds …

Riska mengalah dan berkata, “Ya sudah, Chelsea disini, biar aku yang di sebelah sana!”.
Chelsea menjawab dengan wajah cemberut sambil berkata singkat, “Tidak mau ahh..”
Akhirnya Riska berpindah kesebelah Chelsea dan berkata, “Nee Chel sudah aku turutin apa perintah mu katanya kamu maunya di dekatku. Ya sudah aku sekarang shaf-nya disini nih!”

Aku berkata didalam hati, “Iihh….Riska kan di dekatku duluan, kenapa nurutin apa maunya Chelsea sih? Aku ingat kata ayah, kalo semuanya serba diturutin, nanti tak habis-habis permintaanya, tambah semakin banyak”

Aku pun kesal dengan sikap Chelsea. Sejak itulah pertengkaran dimulai. Aku bilang pada Riska, “Riska kenapa kamu menuruti apa maunya Chelsea, nanti dia kebiasaan loh Ris!!” Dengan wajah yang agak cemberut Riska malah pindah shaf menuruti perintah Chelsea. Padahal pak Fan guruku tidak memperbolehkan berpindah-pindah shaf.

Di rumah setelah pulang sekolah, saat itu aku sedang bermain bersama Kayla dan adiknya Keanu yang gendut menggemaskan itu, tiba-tiba BBM-ku berbunyi. Ternyata dari Chelsea.
Katanya,  “You are not my best friend”.
Aku menjawabnya, “Biarin, aku masih punya delapan temanku lagi!”
Dia pun menunjukkan gambar ekspresi yang sedang marah dan aku pun hanya menjawab dengan ekspresi gambar sedang mengeluarkan lidah.

Chelsea berkata lagi lewat BBM-nya, “Kamu tuh anak tunggal, sendirian gak punya adik, apa lagi kakak!”
Dan aku pun menjawab, “Tapi aku punya tetangga!”
Chelsea menjawab lagi, “Tapi kan itu bukanlah adik kandung mu!”
Aku menjawab lagi, “Ya biarin dong, aku kan masih punya saudara, banyak banget adikku lek… :-p”. Aku pun langsung menangis karena Chelsea bilang aku anak tunggal. Aku sebenarnya juga salah dan Chelsea pun juga salah, jadilah pertengkaran yang hebat.

Aku dan adik-adik sepupuku. Aku punya adik kan ?

Aku dan adik-adik sepupuku. Aku punya adik kan ?

Aku sebenarnya iri banget sama Chelsea karena dia punya adik dua dan aku tidak sama sekali. Aku menangis karena aku nggak punya adik. Aku membayangkan kalau aku punya adik pasti aku senang sekali. Seperti dik Alya yang sangat gembira saat kelahiran dik Amira. Aku juga ingin seperti itu, aku pingin mempunyai adik atau kakak, jadi aku nggak kesepian dirumah.

Sore hari setelah kejadian itu, aku diajak bundaku jalan-jalan, “Bunda kenapa kita lewat Jl.Dolok Indah sih?”
Bunda menjawab, “Iya karena kamu harus minta maaf kepada Chelsea”.
Aku tidak terima dengan maksud bunda, “Loh Bunda, kan Chelsea duluan yang mulai mengajak bertengkar saat berada dikelas!!”.
Aku jadi kesal dan bunda menjawab lagi, “Kalau kamu sudah minta maaf nanti bunda ajak ke Aneka Jaya!”, aku tidak menjawab apapun lagi.

Sampailah kami dirumah Chelsea. Aku menangis kembali karena aku nggak mau minta maaf. Kan dia duluan yang mulai! Kenapa aku yang harus meminta maaf padanya? Disana aku melihat dua adik Chelsea yang lucu-lucu sedang pada bermain diteras rumah. Aku nggak jadi meminta maaf karena masih terus menangis.

Kami pamit dari rumah Chelsea, tapi tidak langsung pulang. Bunda membelokkan motornya ke Supermarket Aneka Jaya. Di sana aku jadi kepingin membeli tali rambut kelinci. Bunda menyuruh aku untuk membeli dua. Aku bertanya, “Buat apa kok beli dua bunda?” Bunda menjawab, “Satunya untuk Chelsea”.

Aku juga ingin membeli balpoin bergambar Hello Kitty yang unik, ada senter ditutupnya lho!. Eh, bunda malah menyuruh membeli tiga. Aku bertanya lagi, “Bunda tadi menyuruh membeli tali rambut dua, sekarang beli balpoin tiga, emang buat siapa saja?” Bunda lagi-lagi menjawab, “Untuk Riska, Chelsea, dan kamu sendiri”.

Esok paginya aku berikan bingkisan itu kepada Riska dan Chelsea sambil meminta maaf. Kami kemudian saling maaf-memaafkan.

Mutiara Anandari (9 tahun)

Tiara, kelas 3 SDI Cahaya Ilmu

Ditulis di Semarang, 14 Januari 2015, by: Tiara

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca ceritaku. Kejadian ini jangan ditiru ya! Ambil hikmah yang baik-baik saja. Terima kasih.

Tulisanku yang lain di blog ini silahkan kunjungi: Cerita Tiara

Salam, Tiara

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.