Berkunjung Ke Goa Kreo, Cerita Tiara

By Tiara : last updated 04 Nov 2015

Hai, hari ini aku akan bercerita tentang Goa Kreo yang aku kunjungi pada hari terakhir liburanku. Inilah liburan yang paling menyenangkan bagiku. Di tempat ini banyak sekali monyet yang berkeliaran. Yang paling lucu, aku melihat monyet yang sedang menggendong anaknya. Aku bertanya-tanya di dalam hati, anak monyet itu terus menggantung menyusu di dada ibunya, padahal ibunya berjalan kesana-kemari, tapi kok tidak jatuh ya?

Induk kera yang menggendong anaknya di Goa Kreo

Induk kera yang menggendong anaknya di Goa Kreo

Aku bertanya kepada ayah, “Saat ibunya berjalan, anaknya kok tidak jatuh ya ayah?”. Ayahku menjawab singkat,  “Karena saat ibunya berjalan dia berpegangan dengan erat pada  induknya”. Aku berharap suatu saat nanti anak-anak monyet itu akan tumbuh besar, mereka bisa menjadi lebih banyak dan tidak akan punah seperti dinausaurus. Aku senang sekali melihat monyet-monyet itu!.

Untuk mencapai ke Goa Kreo, aku harus berjalan mendaki, disana aku melihat ada 3 goa. Aku hanya naik dan menengok isi dalamnya goa yang pertama. Dua goa yang lain aku tidak berminat menengok ada apa di dalamnya. Soalnya terlihat gelap dan kata orang-orang yang baru saja masuk, “Di dalam banyak sekali kelelawarnya!” Jadi aku tidak mau memasuki goa itu.

Hii serem, bagian dalam Goa Kre terlihat gelap!

Hii serem, bagian dalam Goa Kre terlihat gelap!

Kemudian aku melanjutkan perjalanan mendaki ke tempat yang lebih tinggi. Tempatnya sangat tinggi, sesampai diatas ayah sampai ngos-ngosan lho, hi…hi!  Di tempat paling tinggi inilah aku melihat monyet yang sedang menggendong anaknya untuk yang pertama kali. Aku mendaki tempat yang tinggi ini memang sangat ingin melihat monyet yang menggendong anaknya seperti kata orang-orang yang baru turun dari atas.

Setelah puas melihat monyet di tempat paling atas dan ayahku juga sudah selesai memotret semua monyet yang ada di sana, kami segera turun. Aku takut sekali karena turunan itu berbahaya. Memang ada anak tangga yang sudah di semen tetapi tidak semuanya, sebagian anak tangga yang lain hanya dari tanah dan akar-akar pohon. Di pinggir tangga ada pegangan dari bambu yang diikat dengan kawat besi, jadinya aku takut, mana disebelahku ada anak kecil yang tidak sabar untuk cepat cepat turun, sampai-sampai dia dimarah-marahi ibunya sendiri. Tambah aku jadi takut !!

Setelah sampai di bawah lagi aku langsung mencari bunda, karena bunda tidak mau ikut naik. Ternyata bunda sedang asyik membuka tablet disebuah tempat duduk ditengah jembatan. Aku langsung merengek untuk meminta pulang karena sudah capek sekali naik dan turun tangga yang menyeramkan.

Fotoku di jembatan Goa Kreo yang indah

Fotoku di jembatan Goa Kreo yang indah

Setelah melewati jembatan, aku masih harus menaiki tangga lagi untuk sampai ke tempat parkir mobil dan itu sangat capek sekali. Untunglah setelah sampai diatas, setelah menaiki tangga yang sangat melelahkan, bunda langsung membelikan es kelapa muda yang hmm… enak sekali!

Sebelum pulang bundaku membelikan kue leker dulu karena aku juga merasa lapar sekali. Aku masih punya sisa kacang untuk diberikan pada monyet. Awalnya aku memberinya 3-3 dulu lalu ayahku berkata, “Ini kacangnya ayah kasihkan satu bungkus semuanya ke monyet saja ya!”, dan kataku, “Oke yah tapi bukakan dulu”. Ayah hanya mengangguk dan setelah itu kacang sudah habis karena di bawa lari oleh seekor monyet yang besar.

Oh ternyata kue leker yang dipesan bunda telah matang, dan kami pun langsung meninggalkan Goa Kreo. Meskipun capek, rasanya senang sekali hari ini!

Mutiara Anandari (9 tahun)

Tiara, kelas 3 SDI Cahaya Ilmu

Ditulis di Semarang, 4 Januari 2015, by: Tiara

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca ceritaku di Goa Kreo, semoga menginspirasi teman-teman ya …

Tulisanku yang lain di blog ini silahkan kunjungi: Cerita Tiara

Salam, Tiara

 

Share :

2 thoughts on “Berkunjung Ke Goa Kreo, Cerita Tiara

  1. sepedapancal.com

    wah, seru tuh..jadi pngn travelling ke Goa Kreo….^_^

    mangKoko says:
    Pantas di coba mas, bersepeda juga oke, toh nggak jauh dari Semarang, jalannya juga cukup mulus kok ..
    :-)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.