Bermain Bersama Nasya dan Alya, Cerita Tiara

By Tiara : last updated 11 Mar 2015

Hai, hari ini aku akan bercerita tentang saudara-saudaraku dari ayah (mangKoko) ketika aku sedang berada di rumah kakek di kampung. Aku punya banyak sekali saudara dan aku sangat senang bermain-main dengan mereka. Ayahku punya adik 3 atau 4 bersaudara, sedangkan bundaku punya adik 6 atau 7 bersaudara. Karena ayah maupun bundaku keduanya adalah anak tertua atau paling besar maka ketika aku di rumah kakek di Jawa, aku selalu dipanggil mbak. Dan ketika aku berada di antara saudara-saudara dari bunda  di Jawa Barat aku selalu dipanggil teteh.

Aku senang sekali bermain bersama 2 saudaraku ini, mereka adalah 2 gadis kecil yang hebat, berani, dan baik hati. Yang pertama bernama Nasya, dan yang kedua bernama Alya. Ketika bertemu di rumah kakek kami senang berenang bersama. Nasya dan Alya walaupun masih kecil mereka hebat sekali, mampu berenang bersama seperti aku. Alya suka berenang di kolam kakekku yang agak dalam, kalau aku ukur dalamnya kira-kira sampai sedadaku doang! Meskipun mereka lebih kecil dari aku tapi berani untuk menjebur kekolam renang yang dalam.

Alya Aku dan Nasya

Alya, Aku dan Nasya

Selain berenang, kami juga suka berkeliling kampung memakai sepeda lipat kepunyaan kakek. Aku biasanya memboncengkan Nasya. Kalau Alya kadang-kadang membawa sepedanya sendiri dari rumahnya di Solo. Tak ada lelahnya kami terus bersepeda bersama.

Setelah bersepeda dan berenang kami biasanya bermain dengan tablet kami masing-masing. Terkadang juga saling tukar-menukar, aku pinjam tablet-nya Nasya, Nasya pinjam tablet-nya Alya, dan Alya pijam tablet-ku. Kami bermain sampai bosan. Kalo sudah bosan bermain tablet, kami menonton TV. Yang paling kami sukai adalah Marsha and the Bear dan Barbie. Kalau tidak ada yang menarik di TV, kami menontonya di youtube.

Di halaman kakek yang luas, kami juga suka bermain pasar-pasaran dan bermain lumpur. Selain itu kami juga suka bermain peran. Biasanya Alya selalu ingin peran menjadi ibu, ya sudahlah aku yang berperan menjadi kakak dan Nasya menjadi adiknya. Tuh kan lucu bingitz Alya, paling kecil tapi penginnya jadi ibu.

Ketika hampir maghrib kami membereskan pasaran kami, dan saat adzan sudah berkumandang, kami langsung berwudhu dan sholat berjamaah di mushola. Di rumah kakek kami selalu sholat di mushola karena memang letaknya sangat dekat dengan rumah kakek.

Di rumah kakek, aku Nasya dan Alya selalu tidur bersama dikamar atas. Setiap pagi kami selalu bangun jam 5. Walaupun rumah kakek dekat mushola tapi ketika adzan subuh kami tidak mendengarnya. Jadinya pada jam 5 itulah kami bangun, langsung berwudhu dan sholat subuh. Kegiatan kami selanjutnya adalah jalan-jalan. Barulah setelah jam 8:30 waktunya kami swimming. Kalau pagi kami berenang hanya sampai jam 9 atau jam 10 karena kalau sudah melebihi jam 10 sudah panas, bisa-bisa kulitku nanti jadi belang hitam dan putih hi…hi…hi! Kalau sore dari jam setengah 4 sampai jam 5 .

Nah itulah ciritaku dan kedua saudaraku yaitu Nasya, dan Alya aku senang bermain bersama mereka dan berenang!

Mutiara Anandari (9 tahun)

Tiara, kelas 3 SDI Cahaya Ilmu

Cerita ini aku tulis dari pengalamanku waktu liburan bersama saudara-saudaraku di rumah kakek di kampung.

Ditulis di: Semarang, 29 Desember 2014

Tulisanku yang lain di blog ini silahkan kunjungi: Cerita Tiara

Salam, Tiara

 

Share :

One thought on “Bermain Bersama Nasya dan Alya, Cerita Tiara

  1. Tiara Post author

    Terima kasih buat teman-teman yang sudah membaca tulisanku tentang cerita saudaraku ini, semoga kalian senang membaca tulisanku ini ya!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.