Konser Jumat, Cerita Tiara

By Tiara : last updated 11 Mar 2015

Hai, hari ini aku akan bercerita tentang serunya hari Jumat, saat teman-teman anak putra pergi melaksanakan Sholat Jumat. Pada waktu mereka semua pergi menuju masjid didekat sekolah, itulah saatnya kami memulai acara yang seru tanpa ada gangguan anak putra. Kami semua anak putri pada bermain dikelas, AC dinyalakan! Kadang-kadang kami memainkan konser-konseran (meniru seperti sebuah konser musik), dan kadang-kadang berakting menjadi cewek-cewek penjelajah hutan. Ha ha … seru bingitz.

Doodle saat kami bermain di sekolah, by Tiara

Doodle saat kami bermain di sekolah, by Tiara

Ini cerita lengkapnya:
Sepulang sekolah aku dan teman-teman langsung menuju kelasnya Azzra, Azzra adalah sahabatku disekolah dan juga dirumah karena tempat tinggalnya tak jauh dari rumahku. Tetapi aku berbeda kelas dengan Azzra. Kami semua saking semangatnya sampai lupa untuk membawa tas kami masing-masing. Saat sampai dikelas Harun (nama kelasnya Azzra) kami mencari-cari tas kami karena ingin ganti baju. Tidak enak rasanya memakai terus kaos olahraga yang kami pakai dari pagi. Makanya setiap hari Jumat kami selalu membawa baju.

Setelah ganti baju, kami langsung bermain dengan perasaan senang karena tanpa ada gangguan. Biasanya kami mulai dengan hompimpa untuk memutuskan akan bermain apa. Dulu pernah ada kejadian temanku yang bernama Alifia ingin bermain konser-konseran, tapi Rizka inginnya bermain sebagai penjelajah. Sehingga terjadi selisih pendapat. Jadinya Alifia ngambek tidak mau bermain bersama kami. Tapi kemudian Rizka dan Alifia sudah saling memaafkan kok. Itulah sebabnya sekarang kami selalu hompimpa lebih dahulu sebelum bermain agar tidak ada kejadian seperti itu lagi.

O iya, aku hampir lupa untuk mengenalkan teman-temanku. Yang paling kalem namanya Najma. Yang juga kalem tapi sedikit cerewet namanya Khansa. Dan yang agak cerewet itulah Alifia. Sedangkan yang paling cerewet adalah Zahra. Nah itulah teman-temanku. Mereka kadang-kadang suka emosi, tapi bagaimanapun juga mereka adalah sahabat-sahabatku yang aku sayangi.

Meskipun Zahra dan Alifia cerewet tapi lucu lho. Terkadang aku merasa kasihan dengan Alifia. Dia itu sering diejek anak laki-laki. Aku sering marah dengan Hilmy, si gendut yang suaranya keras memekakkan telinga itu. Hampir setiap hari mengejek Alifia, katanya: “Hu….masak putrinya gendut!” Meskipun diejek demikian Alifia masih mempunyai hati yang sabar, dia tidak melaporkan kepada ibu atau bapak guru kami. Dia hanya tersenyum saja. Aku bertanya, “Alifia kenapa kamu tidak bilangin Hilmy ke bu guru? Dia kan sudah mengejek kamu!”

Sambil tersenyum dia berkata, “Aku nggak akan laporkan Hilmy ke bu guru, kasihan kalau nantinya dia mendapatkan konsekwensi”. Mendengar jawaban Alifia itu rasanya aku pengin menangis saking bangga pada temanku yang selalu mempunyai kesabaran saat diejek-ejek. Padahal kalau itu aku yang diejek, sudah kulaporkan ke pak guru hi…hi…hi.

Mungkin sebaiknya perlu aku meniru Alifia yang penyabar. :-)

Dengan selesainya Sholat Jumat teman-teman putra, selesai pula acara bermain kami. Oh ya, aku hampir saja lupa bercerita bahwa setiap hari Jumat, kami ada jadwal extra kurikuler (ekskul), waktunya setelah selesai Sholat Jumat. Itulah sebabnya kami menunggu selesai Sholat Jumat sambil bermain di sekolah. Ekskul-nya asyik lho, yaitu berlatih memainkan rebana sampai pukul 2:30 WIB.

Demikian teman-teman ceritaku kali ini. Cerita yang baik ambilah hikmahnya, dan jangan lupa ambil pelajaran dari Alifia yang penyabar ya !

Mutiara Anandari (9 tahun)

Tiara, kelas 3 SDI Cahaya Ilmu

Ditulis di Semarang, 27 Januari 2015, by: Tiara

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca ceritaku. Terima kasih.

Tulisanku yang lain di blog ini silahkan kunjungi: Cerita Tiara

Salam, Tiara

 

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.