Menjelajah Taman Djamoe Indonesia, Cerita Tiara

By Tiara : last updated 27 Dec 2015

Hai, hari ini aku akan bercerita tentang kunjunganku ke Taman Djamoe Indonesia. Kata bunda, taman ini milik perusahaan Jamu Nyonya Meneer Semarang. Seru sekali lho disana, bunda menyewakan untukku sebuah sepeda, sehingga aku bisa menjelajah mengelilingi taman jamu itu tanpa harus bercapek-capek.

Seperti biasa, ayahku mengambil foto semua hal yang menarik disana, sementara itu bundaku duduk di gasebo cantik yang banyak  disediakan di taman. Aku sendiri berputar-putar mengelilingi taman dengan sepeda. Asyik sekali, kami disana mulai sekitar jam 09:00 sampai jam 12:00. Nah inilah ceritanya lengkapnya!

Foto dengan bunda di Tugu Taman Djamoe Indonesia

Foto aku dengan bunda di Tugu Taman Djamoe Indonesia

Sabtu malam ayahku bilang, “Nok, besok hari minggu kalau tidak hujan, ayah ajak ke Taman Djmoe Indonesia!” Horee aku senang mendengar itu. Sebenarnya hari sabtu dan minggu ini rencana semula akan jalan-jalan ke Pacitan, katanya pantai-pantai di Pacitan sangat indah, dan aku belum pernah berkunjung ke sana. Tapi karena ada suatu hal, acara ke Pacitan ditunda minggu depan.

Ayah bilang, “Ke Pacitan-nya di tunda minggu depan ya nak.”
Aku menjawab dengan cemberut, “Kenapa tidak jadi ayah?”
Ayah bilang, “Karena teman ayah yang akan jadi sopir tidak bisa minggu ini, sedangkan ayah sendiri tidak tahu jalan menuju kesana. Lagi pula minggu ini hotel-hotel disana penuh, sehingga sulit mancari tempat untuk menginap”.

Aku tidak menjawab lagi. Kemudian aku ambil tabletku dan melihat-lihat video tentang Pacitan di Youtube, tentang pantai, goa, tempat kuliner dan tempat kerajinan. Sebagai gantinya aku besuk akan diajak ke Taman Djamoe Indonesia. Semoga saja hujan tidak turun, agar acara besuk pagi tidak terganggu.

Hari minggu pun tiba, meskipun agak mendung tetapi tampaknya hujan tidak turun. Kata Adam, saudara sepupuku yang tinggal di Jakarta, disana dari kemarin hujan terus, jadinya tidak bisa pergi kemana-mana. Untung pagi ini di Semarang tidak hujan sehingga aku dapat pergi menuju Taman Djamoe Indonesia.

Saat sampai disana aku terheran-heran, kenapa sepi sekali ya?

Taman jamu ini aku lihat sangat luas. Aku sampai menyewa sepeda untuk mengelilingi  taman agar tidak capek. Bunda hanya jalan-jalan sebentar lalu duduk disebuah gazebo yang ada di taman. Aku naik sepeda berkeliling sendirian, walaupun sebenarnya aku tidak tahu jalannya. Ayahku asyik memotret semua pohon dan tanaman-tanaman kecil yang ada disana. Tanaman-tanaman disana memang unik-unik baik bentuknya maupun namanya. Setelah memutari taman, aku bergabung dengan ayah. Aku sih tidak memfotret, tetapi aku yang jadi modelnya, hi…hi…hi!

Istirahat dulu di depan green house Taman Djamoe Indonesia

Istirahat dulu di depan green house Taman Djamoe Indonesia

Setelah capek berputar-putar mengelilingi kebun dan menjadi foto model, perutku terasa lapar sekali. Kebetulan ayahku juga sudah puas mengambil semua gambar tanaman yang ada disana. Inilah tandanya kami harus mengakhiri kunjungan.

Pada perjalanan pulang, kami mampir makan di “Waroeng Steak and Shake” yang ada di Jl. Supriadi Semarang. Tapi disana … huh aku sampai tidak sabar menunggu makanan dihidangkan. Pengunjungnya sangat banyak sehingga kami harus menunggu lama sekali. Bosan, ngantuk dan  lapar selama menunggu pesanan datang. Pertama minuman saja yang datang, setelah menunggu sekitar 45 menit, sampai minumku sudah hampir mau habis, barulah pesanan makanan datang.

Selesai makan kami langsung pulang. Sampai di rumah sebenarnya aku sudah ngatuk, tapi begitu ingat tadi disana memetik anakan tanaman sosor bebek, aku langsung ganti pakaian dan langsung menanam tanaman ini. Tanaman sosor bebek menurutku  mempunyai keunikan tersendiri. Anakan tanaman yang bisa kita tanam muncul dari ujung daun, lucu bingitz. Aku belum pernah melihat tanaman yang seperti itu sebelumnya. Salesai menanam sosor bebek, aku langsung menulis cerita ini. Sorenya aku langsung bermain bersama teman-temanku.

Tanaman sosor bebek yang unik. Lihatlah ada anaknya di ujung daun!

Tanaman sosor bebek yang unik. Lihatlah ada anaknya di ujung daun!

Nah itulah ceritaku hari ini.
Semoga teman-teman senang membaca ceritaku ini. Dan jangan lupa … berkunjung ke Taman Djamoe Indonesia ya!

Mutiara Anandari (9 tahun)

Tiara, kelas 3 SDI Cahaya Ilmu

Ditulis di Semarang, 8 Februari 2015, by: Tiara

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca ceritaku. Terima kasih.

Tulisanku yang lain di blog ini silahkan kunjungi: Cerita Tiara

Salam, Tiara

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.