Outbond di Kampoeng Kopi Banaran, Cerita Tiara

By Tiara : last updated 03 Jun 2015

Hai, aku akan bercerita tentang Outbond sekolah-ku yang diadakan di Kampoeng Kopi Banaran. Aku merasa senang karena bisa menampilkan drama didepan ayah dan bunda kami, maupun adik-adik kelas 1 dan 2. Adik-adik kelas itu juga tampil, memang bukan drama tetapi mereka menyanyi dipersembahkan untuk ayah dan bunda mereka.

Pagi itu, aku berangkat bersama teman-teman naik bus. Aku duduk bersebelahan dengan Riska. Bus melaju santai di jalan. Di dalam bus, kami dibagi pin nama kami masing-masing. Tujuannya agar petugas Kampoeng Kopi Banaran mengenali kami. Saat bus melewati jalan tol,  bu Jum dan bu Riska membentangkan kain putih, teman-teman laki-laki disuruh untuk pindah kebelakang. Saat itu aku sedang bermain Mejikuhibiniu dengan Riska. Saat aku melihat kebelakan ternyata teman-teman laki-laki sudah ganti kostum untuk drama hah!

Main drama si Kufur dan si Syukur

Main drama si Kufur dan si Syukur

Sejujurnya aku terkejut karena semua anak lak-laki sudah pada ganti kostum. Padahal sebelumnya mereka semua masih memakai baju olah raga, sedangkan anak-anak perempuan belum pada ganti kostum, bingung deh jadinya …

Kamipun akhirnya sampai di tempat tujuan. Berkumpul di lapangan tenis yang telah disulap menjadi aula pertemuan. di bagian depan di gunakan sebagai panggung tempat kami menampilkan pertunjukan untuk ayah dan bunda kami.

Kelas 3 menampilkan drama. Anggit salah seorang temanku berperan menjadi sikoreng, Ilham berperan menjadi si gundul, dan Athallah berperan menjadi si buta. Drama yang kami mainkan judulnya adalah Si Khufur dan Si Syukur. Aku berperan menjadi pembeli sekaligus pengejek si gundul. Bagaimana ceritanya? Pokoknya asyik deh.

Setelah menampilkan drama, kami semua bersiap membawa kaos untuk dipersembahkan pada ayah. Kami bersama-sama mengucapkan: ”Terima kasih ayah bunda sudah menyaksikan drama kami!” Kemudian kaos kami persembahkan pada ayah. Di kaos bagian belakang itu telah kami sulamkan kata-kata yang berbunyi: ”My Lovely Dad!”. Tulisan itu kami buat dari kain flanel, lem tembak, dan jarum + benang jahit. Ayahku kelihatan sangat berbahagia menerima kejutan itu. Dan langsung dipakai saat itu juga.

My Lovely Dad !

My Lovely Dad !

Selesai acara panggung untuk ayah bunda, kami langsung mengikuti petugas outbond untuk melakukan kegiatan selanjutnya. Pertama kami bersama-sama naik kereta wisata berkeliling kebun kopi. Saat di kereta wisata itu ada yang bikin penasaran tetapi ujungnya bikin sebel. Yaitu kakak yang nyopir kereta wisata. Dia main sulap, tapi bohongan. Kakak itu bilang, ”Kalau buah kopi sudah mateng, bisa menjadi buah pir lho adik-adik!”

Saatnya keliling kebun kopi

Saatnya keliling kebun kopi

Aku jadi bingung nih … kopi kan bukan buah pir, bagaimana bisa berubah menjadi buah pir ya? Lalu aku bilang pada dia, ”Kak, emangnya iya to itu buah pir? Kalau memang itu buah pir aku mau 1 dong!”.

“Tapi rasanya rasanya gimana ya kak?”, lalu kakak itu menjawab sambil mengambilkanku kerupuk yang dibawanya, “Ini dik, rasanya manis kayak ikan”.

Aku jadi tambah heran, buah pir kok rasanya kayak ikan sih? Waduh ada-ada saja kakak ini, lalu aku mencoba mencicipi kerupuk itu, memang rasa ikan bukan buah pir! Iiihhh … kakak ini membohongiku. Bikin sebel …sebel … sebel …

Setelah selesai keliling kebun kopi, kami langsung menuju area outbond. Disana kami menunggu agak lama karena ada anak-anak TK yang juga sedang Outbond. Sambil menunggu kami dijelaskan mengenai biji kopi. Katanya kopi yang sering diminum oleh ayah dan bunda, berasal dari biji kopi yang diolah menjadi bubuk kopi. Agar menjadi munuman yang enak harus diseduh dengan air mendidih, barulah siap diminum. Jujur saja, sebenarnya aku tidak begitu suka minum kopi.

Tanpa terasa waktu berlalu, adik-adik TK itu ternyata sudah selesai. Giliran kami menggunakan fasilitas outbond yang ada disitu. Kami antri memakai helem. Giliranku adalah setelah  Farid. Di belakangku ada Zahra. Seru deh … Suara Zahra terus terdengar ditelangku sehingga aku tidak fokus, sehingga hampir jatuh. Kataku, ”Zahra kamu bisa diam dulu gak, bicaranya nanti lagi, bikin konsentrasiku hilang!”

Area outbond Kampoeng Kopi Banaran

Area outbond Kampoeng Kopi Banaran

Dia jawab, ”Iya-iya tapi kamu cepat sedikit, aku sudah panas nih nanti aku selip lho!” Aku tidak menjawabnya lagi karena kalau terus menjawab tidak akan selesai bicaranya. Aku hanya menganggukkan kepalaku, Oke Zahra!

Setelah selesai di area Outbond, kami semua menuju lokasi Flying Fox Kids. Inilah saatnya  terbang … kataku didalam hati, karena aku sangat suka sekali Flying Fox. Aku merasakan seperti terbang bebas dilangit hi…hi…hi. Maaf aku memang suka menghayal.

Saatnya aku terbang, … Nuha sempat mencoba menakut-nakutiku tapi aku tidak takut. Dikira aku tidak pernah main Flying Fox hhmmm …

Main drama sudah, kereta wisata sudah, demikian pula area Outbond,dan Flying fox telah kami lalui, saatnya semua beristirahat sambil makan siang. Eeeeiiiittttzzzz belum selesai acaranya, setelah istirahat dan makan siang masih ada satu kegiatan lagi yaitu berenang! Tapi maaf kalau aku berenang tidak memakai kerudung karena aku lupa tidak bawa kerudung renang he…he…he.

Di kolam renang, sesekali ada ember raksasa yang tumpah dari atas. Brrrr asyik. Renang ini adalah acara terakhir. Pulangnya sebenarnya aku ingin naik bus lagi bersama teman-teman, tetapi ternyata aku terlambat. Bus sudah jalan, yah I’m late kataku didalam hati. Terpaksa aku harus naik mobil bersama ayah bunda.

Mutiara Anandari (9 tahun)

Tiara, kelas 3 SDI Cahaya Ilmu Semarang

Ditulis di Semarang, 31 Mei 2015, by: Tiara

Terima kasih sudah membaca ceritaku ini. Tenyata di Kampoeng Kopi Banaran itu seru sekali apa lagi bersama teman-teman hi…hi…hi

Sampai jumpa di cerita Tiara yang berikutnya bye see you in next time!
Oh ada satu pesanku untuk teman-temanku: teman-teman harus lebih sadar waktu agar tidak seperti aku sampai ketinggalan bus. Nah itulah pelajaran yang bisa diambil thanks see you!

Tulisanku yang lain di blog ini silahkan kunjungi: Cerita Tiara

Salam, Tiara


Share :

2 thoughts on “Outbond di Kampoeng Kopi Banaran, Cerita Tiara

  1. Rawins

    Loh kopi banaran itu di semarang toh. Kirain cuma nama warung kopi doang soalnya beberapa kali lihat ada di pinggir jalan

    mangKoko says:
    Betul mas Rawins,
    Kopi Banaran ada di sebelah selatan kota Semarang. Sebuah perkebunan kopi, restoran, taman bermain, dan sekarang ada resort-nya pula.

    Reply
  2. rawins

    Baru inget, om…
    Beberapa kali lihat warung kopi banaran semuanya ada di komplek perkebunan karet. PTPN nya sama kali ya sama perkebunan kopi…

    mangKoko says:
    Bisa jadi mas …
    🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.