Tips Investasi Properti Untuk Semua Orang

By mangkoko : last updated 19 Nov 2015

Apakah anda percaya bahwa: properti adalah instrumen investasi terbaik?
Saya sendiri sangat percaya itu. Bahkan yakin bahwa: properti adalah instrumen investasi terbaik bagi semua orang. Kenapa saya katakan begitu? Karena investasi properti itu paling mudah dilakukan, oleh siapa saja, termasuk anda.

Properti disebut sebagai investasi terbaik karena sangat menguntungkan dan aman. Kelemahan properti terletak pada liquiditas. Tidak cepat diuangkan. Dan sebaiknya dilakukan dalam perspektif jangka panjang.
Investasi properti untuk semua orang

Saya tertarik dengan properti berawal dari keinginan untuk memiliki rumah sendiri dengan kebun yang luas. Kebun memang menjadi hal penting bagi saya, karena suka bercocok tanam.

Kemampuan finansial yang terbatas, bukanlah menjadi halangan. Memang tak mudah mendapatkan rumah plus kelebihan tanah untuk berkebun di daerah perkotaan. Keadaan itu memaksa saya untuk mencapainya secara bertahap. Dimulai dengan membeli rumah sederhana. Yang penting cukup nyaman untuk tempat tinggal. Kebun menjadi urusan nanti.

Di kemudian hari, jika kondisi telah memungkinkan, rumah lama dijual dan dibelikan lagi rumah yang menempati tanah lebih luas. Aktifitas seperti ini memaksa kami berhubungan dengan proses jual beli properti lebih sering. Terdapat proses pembelajaran yang menyadarkan saya bahwa: properti ternyata bisa menjadi ladang investasi yang sangat menguntungkan.

Salah satu buktinya adalah saat menjual rumah lama kami yang sempit. Dalam kurun waktu 8 tahun kami tempati, saat dijual ternyata laku hampir 5x lipat dari harga beli. Hebatnya lagi: terjual hanya dalam rentang waktu 3 hari sejak diiklankan.

Lihat cerita lengkapnya di 2 artikel sebelumnya: Punya Rumah, Dengan Kebun Luas dan Punya Rumah: Dengan Kebun di Atas Atap.

Papan Adalah: Kebutuhan Pokok Terpenting Setelah Pangan

Properti (papan) adalah kebutuhan pokok terpenting bagi manusia setelah pangan. Tak ada seorangpun yang tak ingin memiliki rumah sendiri. Kebutuhan rumah tinggal akan selalu ada sampai kapanpun. Sementara itu ketersediaan lahan untuk rumah semakin menipis. Akibatnya harga lahan akan terus naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi manusia.

Jika anda membeli properti (misalnya: rumah), tak hanya kebutuhan papan bagi anda dan keluarga terpenuhi, tetapi sekaligus menjadi portofolio investasi yang menguntungkan kelak. Pertumbuhan nilai properti lebih pesat terjadi di kota besar, dibanding di wilayah pedesaan. Jadi investasi properti terbaik adalah di kota-kota besar.

Coba lihat indeks harga properti kota-kota besar di Indonesia dalam kurun waktu dari bulan Januari 2013 hingga Oktober 2015 pada grafik di bawah:

Indeks harga properti di Indonesia, sumber: Urbanindo.Com

Indeks harga properti di Indonesia, sumber: Urbanindo

Grafik diatas menggambarkan: data dari 16 kota besar di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa semua kota mengalami tren kenaikan yang signifikan. Rata-rata nasional terjadi kenaikan 26%. Tiga kota teratas adalah Surabaya (114%), disusul Jakarta Timur (88%) dan Yogyakarta (84%). Semarang (kota tempat tinggal saya) naik 62%. Di Kuta Bali, meskipun harga tanah sangat tinggi (konon mencapai puluhan milyar rupiah per are) masih tetap tumbuh 52%.

Perbandingan Properti Dengan Intrumen Investasi Lain

Sebelum jatuh hati dengan properti, saya pernah intensif bermain saham di BEJ secara online. Juga membeli unit link dan reksadana. Saya akan coba bandingkan ketiganya dengan properti. Namun memang bukan data kualitatif, sekedar dari catatan pribadi yang tentu saja kuat unsur subyektifitasnya.

Saham
Jual beli saham di BEJ bukanlah cara investasi yang saya sarankan. Bermain saham sungguh menguras tenaga dan waktu. Saya sendiri sampai sekarang masih memiliki account investor di salah satu penyelenggara Trading Online di BEJ. Dan masih memiliki beberapa lot saham. Namun saya sekarang adalah investor pasif.

Saya merasa kurang cocok bermain saham. Hasil yang pernah saya peroleh tidaklah signifikan, sekedar impas. Saya pernah tergoda bermain saham gorengan. Dalam hitungan hari pernah mendapat keuntungan berlipat-lipat. Namun di lain kesempatan mengalami kerugian. Saham blue chip yang dipercaya lebih aman dan menjanjikan, bagi saya juga setali tiga uang, sama saja.

Jadi sekali lagi: saya tidak sarankan untuk trading saham. Kecuali anda memiliki keahlian dan keberuntungan di sana.

Unit Link
Saya juga memiliki Unit Link sebagi salah satu portofolio investasi. Unit link biasanya disertai dengan asuransi. Minimal adalah asuransi jiwa. Instrumen ini bisa menjadi alternatif yang cukup aman. Unit Link yang saya miliki hanya dibundel dengan asuransi jiwa saja. Tak ditambah fasilitas apapun, misalnya asuransi kesehatan. Saran saya jika niatnya adalah investasi, belilah unit link minimalis, tanpa asuransi kesehatan. Jika ingin memiliki asuransi kesehatan, belilah khusus produk asuransi kesehatan murni. Tanpa ada embel-embel investasi.

Hasil dari unit link, berdasarkan pengalaman tidaklah menarik. Unit link yang saya miliki hanya memberikan keuntungan sekitar 30% untuk jangka waktu investasi selama sekitar 7 tahun. He he … tak jauh-jauh dari deposito ya? Padahal saya mengembil tipe yang paling agrasif. Dengan prosentase terbesar pada saham.

Reksadana
Terakhir tentang Reksadana. Reksadana adalah instrumen investasi yang paling saya sarankan selain properti. Saya membeli beberapa produk reksadana dari beberapa investment provider yang berbeda. Rata-rata saya mendapat keuntungan sekitar 100% untuk jangka waktu sekitar 5 sampai 6 tahun. Sangat menarik kan?

Reksadana juga memiliki keunggulan lain yang tak bisa ditandingi oleh properti. Yaitu bisa dibeli dengan nilai uang yang relatif kecil. Bahkan bisa melakukan pembelian secara rutin tiap bulan dengan nilai uang sekitar 500 ribu rupiah saja.

Tips Investasi Properti Untuk Semua Orang

Silahkan anda membeli reksadana untuk mengisi portofolio investasi anda. Atau bahkan aktif jual beli saham jika sekiranya mampu dan cukup waktu. Tetapi sebaiknya anda tetap harus berinvestasi di properti. Minimal dengan membeli rumah untuk tempat tinggal sendiri.

Namun jika berurusan dengan kebutuhan membeli rumah, akan muncul beberapa alasan klasik sebagai berikut:

  1. Harga rumah mahal, uang saya belum cukup untuk membelinya
    Membeli rumah memang membutuhkan biaya besar. Namun ada solusi berupa instrumen pembiayaan seperti Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang bisa diambil untuk jangka waktu panjang, hingga 20 tahun.
  2. Nyicilnya sih kuat, tetapi nggak punya uang muka
    Negosiasikan saja dengan developer, biasanya uang muka bisa dicicil kok. Belilah rumah yang belum jadi, sehingga anda memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan cicilan uang muka. Jangan berbarengan dengan nyicil KPR. Akan sangat memberatkan.
  3. Gaji tidak cukup untuk nyicil rumah
    Coba anda corat-coret pada selembar kertas. Hitung berapa kebutuhan bulanan yang anda butuhkan. Kencangkan ikat pinggang agar dalam hitungan anda masih ada dana tersisa untuk nyicil beli rumah. Selama satu atau dua tahun pertama memang akan terasa berat. Namun sesudah itu terasa biasa saja. Tak lagi terasa berat. Apalagi jika rumah telah ditempati, tak perlu lagi menyisihkan biaya untuk kontrak rumah.
  4. Jadi apa yang perlu di lakukan sekarang?
    Bulatkan tekat untuk memiliki rumah sendiri. Berdoalah pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dimudahkan. Membeli rumah untuk tempat tinggal seluruh keluarga adalah tujuan yang sangat mulia. Pasti Tuhan akan memudahkan.

Dan, materialisasikan doa anda, jangan sekedar menengadahkan tangan saja.

Karena konon: doa terbaik adalah doa yang dimaterialisasi.
Apapun agama yang dianut, jika doa dipanjatkan dengan sungguh-sungguh, akan cepat terkabul. Materialisasikan doa dengan cara: terus-menerus mengisi otak dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah. Rajin-rajinlah mengunjungi pemeran properti yang biasanya diselenggarakan rutin di kota-kota besar di Indonesia.

Kumpulkan brosur. dan jangan segan bertanya pada penjual atau developer yang sedang pameran. Bertanya apa saja, tentang informasi properti yang anda ingin ketahui. Misalnya: harga, fasilitas pengurusan KPR, lokasi, spesifikasi bangunan, hingga kemudahan akses dari tempat anda bekerja dan ketersediaan fasilitas pendidikan. Posisikan diri, seakan-akan anda adalah pasangan suami-isteri berduit yang siap membeli rumah yang di pamerkan. Ini yang biasa kami lakukan.

Doa yang dimaterialisasi adalah doa plus. Tak sekedar dengan ucapan, namun plus upaya sungguh-sungguh untuk terus mendekat pada obyek tujuan doa. Yakinlah, selalu ada jalan untuk terkabulnya sebuah doa. Secara spesifik jika ingin punya rumah, materialisasikan dengan terus mendekat pada apapun yang berhubungan dengan rumah. Kunjungi pameran properti, baca iklan di koran, atau yang paling praktis: browsing pada situs-situs di internet yang menyediakan layanan jual beli properti.

Ada banyak situs yang memberikan layanan seperti ini. Misalnya OLX.co.id, Rumah.Com, Rumah123.com, Urbanindo.com, Lamudi.co.id, Jualbeliproperti.co.id dan masih banyak lagi. Portal-portal khusus properti biasanya memiliki layanan tambahan yang cukup menarik untuk digunakan. Misalnya analisis pasar suatu wilayah, perbandingan harga antar wilayah, perkembangan harga dari tahun ke tahun dan sebagainya.

Bagaimana sekarang?
Tidakkan sahabat sekalian tertarik untuk mulai investasi pada properti?

Salam,
mangKoko

 


Share :

2 thoughts on “Tips Investasi Properti Untuk Semua Orang

  1. Seno Bayu

    Bermanfaat sekali artikelnya. Saya tunggu artikel selanjutnya.

    mangKoko says:
    Trims telah berkunjung mas

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.