Pesona Pengklik, Wajah Baru Kawasan Pantai Samas

By Sulis : last updated 10 Jan 2017

Saya made in Bantul. Semasa kecil, hanya ada 3 pantai yang begitu tersohor di wilayah ini, yakni Parangtritis, Samas dan juga Pandansimo.  Diantara ketiganya, hanya Parangtritis yang popularitasnya awet sampai sekarang, bahkan sudah go-internasional. Bagaimana denga Pantai Pandansimo dan Samas? Entahlah, ditahun 2000an awal, pamor dua pantai itu kian redup seiring berjalannya waktu.

Pesona Pengklik, Pantai Samas Yogyakarta

Tak mau kehilangan asset wisata dan tekad untuk mengoptimalkan kembali potensi yang dimiliki, di tahun 2016 Pemkab Bantul menggelontorkan dana sebesar 1,7 M yang ditujukan untuk pengembangan pesisir di Kabupaten Bantul (www.TribunJogja.com, 14 Mei 2016). Dana sebesar itu ditujukan untuk pembangunan sarana pendukung kawasan ekowisata Pengklik Pantai Samas agar kawasan pantai ini bisa kembali merebut hati pengunjung.

Sebuah laguna alami yang terbentuk akibat pertemuan dua sungai, dan berada di sebelah timur Pantai Samas, kemudian dibangun dan difasilitasi sedemikian rupa agar tampil semakin menawan, dan jadilah Pesona Pengklik seperti sekarang.

Daya Tarik Pesona Pengklik Pantai Samas

Banyak pengunjung sengaja datang ke Pesona Pengklik Pantai Samas di sore hari, sembari  berburu sunset. Tetapi secara pribadi, saya lebih suka mengunjungi tempat ini sepagi mungkin. Alasannya, tentu udara khas pantai  yang terada lebih segar. Di pagi hari, bahkan pengunjung  bisa langsung berbaur dengan puluhan pemancing yang sudah berderet sepanjang pinggiran Laguna. Bagi banyak pemancing, Laguna Pengklik adalah primadona. Ikan yang beragam jenis, dan tempat memancing yang cukup representatif menjadi alasan utamanya.

“Di sini ikannya macam-macam, jadinya asyik.., tapi yang paling banyak saat ini belanak”, Kata seorang pemancing asal Depok, Sleman yang saya ajak ngobrol beberapa waktu lalu.

Tak berbekal alat pancing? Menikmati panorama persawahan di sekitar, atau berjalan menyusur area tambak bisa jadi sebuah pilihan. Selain menjadi petani dan juga nelayan, seperti umumnya masyarakat pesisir pantai, penduduk di sekitar Laguna juga menggantungkan hidup mereka dari keberadaan tambak udang.

Aktifitas selain memancing

Saat matahari makin meninggi, tak perlu khawatir akan sengatan mentari. Pengunjung bisa memanfaatkan area gardu pandang untuk menikmati view kawasan laguna secara keseluruhan, ataupun menikmati sepoinya angin pantai di areal Taman Bermain. Puluhan pohon cemara udang yang rindang, dan beberapa jenis sarana mainan anak-anak, juga tersedia. Lumayan, meski sekedar ayunan dan perosotan.

Guna mengatasi lapar dan dahaga, di samping banyak pedagang keliling yang menjajakan jajanan ringan semacam bakso tusuk, siomay, atau pun batagor, ada pula warung apung yang menyediakan berbagai menu makanan dan juga minuman. Hanya saja, warung apung baru buka atau beroperasi menjelang siang.

Cara lain untuk menikmati Pesona Pengklik Pantai Samas adalah dengan menaiki perahu. Beberapa penduduk, sengaja berprofesi sebagai penyewa sekaligus  sopir perahu tempel, yang akan melayani pengunjung untuk berkeliling area laguna atau menyeberang menuju bibir Pantai Samas dengan tarif hanya 10.000 rupiah per orang.

Pantai Samas

Rute untuk menuju Pesona Pengklik Pantai Samas

Berada di desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul tempat ini bisa dijangkau melalui Jalan Bantul ke selatan kurang lebih 20km, ikuti jalan utama, tanpa berbelok. Setelah melewati gapura retribusi Pantai Samas, kemudian ambil saja Jalan Jalur Lintas Selatan. Di  sisi timur  sungai, pilih satu jalan kecil yang hanya bisa dilewati motor atau mobil. Kendaraan berbadan lebar seperti bis, hanya bisa diparkir di pinggir Jalan Jalur Lintas Selatan.

Retribusi yang dikenakan kepada pengunjung, hanya satu kali di pintu retribusi Pantai Samas sebesar Rp. 3.750,-. Dan di Pesona Pengklik, pengunjung hanya akan ditarik biaya parkir saja, 5 ribu rupiah untuk jenis mobil, dan 2 ribu rupiah untuk jenis kendaraan roda 2.

 


nunuz-pict
Penulis tamu (kontributor): Tri Sulistiyowati

Seorang Mom Blogger yang tinggal di Yogyakarta ini adalah ibu dari 2 anak. Kegemaran utama adalah menulis dan jalan-jalan.


 


Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please fill in a CAPTCHA for security: * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.